Sedikit Tips Agar Tidak Jadi Incaran Begal Motor di Jalan Raya

Kompas.com - 15/05/2019, 11:23 WIB
Ilustrasi kejahatan penjambretanKOMPAS/HANDINING Ilustrasi kejahatan penjambretan

JAKARTA, KOMPAS.com - Video viral yang memperlihatkan seorang biker berusaha dibegal kawanan penjahat mengundang kesadaran keselamatan. Ini karena belakangan berita mengenai kehadiran penjahat yang mengincar biker di malam hari semakin jamak terdengar.

Banyak warganet kemudian bertanya bagaimana cara menghindari jadi korban kejahatan para kriminal. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir mengungkapkan hal tersebut dapat dihindari dan dipraktekkan pengguna jalan.

“Jangan berjalan di jalan sepi sendirian, upayakan berkelompok. Jangan bawa barang berharga yang mencolok dan mengundang perhatian orang yang hendak berbuat jahat,” ucap Nasir yang dihubungi, Rabu (15/5/2019).

Menurut Nasir, dengan berkendara berkelompok membuat penjahat yang hendak menargetkan korban kesulitan beraksi karena situasi ramai. Dari video viral tersebut terlihat biker tengah melintas di jalan sepi pada dini hari.

Helm Anti Begal Karya Siswa SMKN 1 Purworejo

Hal senada diungkapkan instruktur keselamatan berkendara Rifat Drive Labs, Andry Berlianto. Menurutnya untuk menghindari menjadi korban kejahatan bagi biker adalah wajib mempersiapkan rute sebelum bergerak.

“Mengatur perjalan dengan memperhatikan atau memilih opsi jalan yang aman. Ini dapat dilakukan dengan memperhatikan aplikasi peta digital serta memperbarui pemberitaan mengenai jalur-jalur rawan kejahatan,” ucap Andry.

Andry juga mengungkapkan berkendara malam hari baiknya memang tidak dalam posisi sendiri. Jika ada teman satu rute sebaiknya berjalan bersama-sama atau mudahnya pilih jalan yang ramai.

Viral Video Penjahat Gagal Begal Motor Biker

Untuk biker, dalam kondisi apapun harus fokus dan memperhatikan sekeliling dengan mengamati kaca spion dan memperhatikan kiri kanan depan belakang sepeda motornya. Dalam kasus biker di atas, kejadian dini hari dinilai rawan untuk aksi kejahatan.

“Jika ada indikasi kejahatan bisa segera menepi di titik aman seperti kantor polisi atau gedung yang punya petugas keamanan yang berjaga di depan gedung. Gaya berkendara juga harus benar untuk menjaga motor stabil dan mudah dikendalikan. Terakhir gunakan riding gear yang baik dan benar untuk mereduksi luka jika terjatuh karena ulah penjahat,” ucap Andry.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X