Kompas.com - 28/04/2019, 09:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran Kona melengkapi jajaran sport utility vehicle (SUV) Hyundai di Tanah Air untuk kelas entry level. Mobil yang didatangkan langsung dari Korea Selatan itu akan mencoba peruntungan di segmen SUV kompak.

Bermodalkan tampilan futuristik, fitur modern, dan mesin berkubikasi 2.000 cc yang mampu mengantarkan tenaga 147 tk dan torsi 179 Nm, Hyundai cukup percaya diri bila Kona akan menjadi backbone penjualan, terutama di segmen SUV.

Menurut Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno, perkembangan SUV saat ini lebih tumbuh pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini pun terjadi bukan hanya di pasar domestik, tapi juga secara global.

Baca juga: Satu Pilihan, Hyundai Lepas Kona Rp 363,9 Juta

"Untuk konsumen di Indonesia memang secara mayoritas masih MPV, tapi kami melihat bila pangsa pasar yang tumbuh itu sekarang SUV. Dengan hadirnya Kona, otomatis membuat keluarga SUV kami makin lengkap, ada Santa Fe di big SUV lalu mediumnya ada Tucson," ujar Mukiat di gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019, Jumat (26/4/2019).

Tak hanya itu, kehadiran Kona juga membuat Hyundai mematok target baru yang sedikit lebih besar. Bila tahun lalu HMI sukses mencatat penjualan 1.500 unit, sementara 2019 target naik menjadi 1.800 unit.

Hyundai melepas model terbarunya, Kona, Crossover yang diimpor utuh dari Korea Selatan.KOMPAS.com/Stanley Ravel Hyundai melepas model terbarunya, Kona, Crossover yang diimpor utuh dari Korea Selatan.
Sementara untuk Kona, menurut Mukiat, selama pameran IIMS tak diberikan target khusus, karena lebih fokus memperkenalkan dan mengedukasi konsumen. Tapi bila bicara di luar pameran, Kona dibebankan target terjual puluhan unit per bulan.

"Untuk pasar tahun ini kami optimis, apalagi kami punya Kona. IIMS kita fokus memperkenalkan dan belum ada target, tapi kalau secara penjualan per bulan antara 40-50 unit. Untuk produk sudah ready saat ini, meskipun nanti ada sedikit inden tapi kami pastikan tidak akan lebih dari dua bulan," ujar Mukiat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.