Pembatas Jalan yang Aman Menurut Pakar Keselamatan Berkendara

Kompas.com - 10/04/2019, 15:02 WIB
Olah TKP dan Rekonstruksi kecelakaaan tunggal di Jalan Raya Margonda, Depok, Selasa (9/4/2019) KOMPAS.com/ CYNTHIA LOVAOlah TKP dan Rekonstruksi kecelakaaan tunggal di Jalan Raya Margonda, Depok, Selasa (9/4/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Cukup banyak korban kecelakaan lalu lintas mengalami luka berat hingga meninggal dunia, akibat tabrakan atau membentur pembatas jalan. Kasus terakhir, terjadi di Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat pada (8/4/2019).

Seorang ibu rumah tangga bernama Ita Sachari (27) meninggal dunia karena kecelakaan tunggal. Korban menabrak pembatas jalan atau separator yang mengakibatkan kepalanya tersangkut tali sling hingga kehilangan nyawanya.

Jusri Pulubuhu, sebagai penggiat sekaligus pakar keselamatan berkendara mengatakan, sebenarnya pembatas jalan yang aman untuk pengguna kendaraan bermotor, tidak dibuat terlalu keras dan runcing karena apabila mengalami benturan akan mengalami luka berat hingga dapat menyebabkan meninggal dunia.

"Paling benar itu dibuat dari bahan seperti plastik, atau karet yang lentur. Intinya jangan statis, karena jika ditabrak pengendara motor atau mobil masih bisa bergerak untuk meminimalisir luka," ujar Jusri ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (10/4/2019).

Baca juga: Ingat, Jalan Raya Adalah Area yang Tidak Aman

Menurut Jusri, jika melihat kasus kecelakaan tunggal di Depok itu wajar saja bila korban mengalami luka serius pada bagian leher hingga kepala terlepas. Sebab, pembatas jalan di Margonda itu menggunakan sling berbahan baja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namanya benda yang statis ditabrak dengan kecepatan tinggi akan membahayakan buat pengendara motor atau mobil itu," ucap Jusri.

Contoh lain, kata Jusri langkah benar sudah dilakukan pemprov Jawa Barat yang memasang Rolling Guard-rail Barrier. Adanya silinder putar atau roller di pembatas jalan ini membuat kendaraan yang menabrak akan melipir ke samping. Dengan demikian, kendaraan tidak terus melaju ke depan atau melewati pagar pembatas jalan.

Sling Baja pagar pembatas jalan di Jalan Raya Margonda, Depok, Selasa (9/4/2019).KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA Sling Baja pagar pembatas jalan di Jalan Raya Margonda, Depok, Selasa (9/4/2019).

"Itu juga sudah diterapkan oleh negara-negara berkembang lainnya. Paling penting juga, kalau menerapkan seperti itu harus didukung dengan perawatan yang baik dan benar, jangan sudah dipasang tetapi tidak dirawat," kata Jusri yang juga sebagai pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X