Ubah Motor Trail Jadi Supermoto, Ganti 5 Komponen Ini

Kompas.com - 02/04/2019, 18:27 WIB
Yamaha WR250R bergaya supermoto hasil modifikasi bengkel custom Arena Motor.Arena Motor Yamaha WR250R bergaya supermoto hasil modifikasi bengkel custom Arena Motor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Segmen motor trail masih banyak diminati oleh para produsen motor. Pasalnya, kendaraan yang termasuk motor hobby ini juga nyaman dipakai harian di perkotaan. Umumnya, motor trail yang dipakai harian di kota-kota besar sudah diubah menjadi bergaya supermoto.

"Ciri khas supermoto adalah menggunakan ban aspal. Ubahan ini selain membuat tampilannya menjadi lebih gahar, tapi tetap handal di aspal," ujar Lerry Rahmat Rizky kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Balapan Motor Paling Sulit itu Supermoto

Punggawa Caos Custom Bike yang bermarkas di Jl. Pancoran Barat VIII 2C No. 6, Pancoran, Jakarta Selatan, ini juga menambahkan, setidaknya ada 5 part yang wajib diganti untuk mengubah motor trail menjadi supermoto.

Ragam ban motor yang dapat digunakan pengendaraFachri Fachrudin Ragam ban motor yang dapat digunakan pengendara

1. Diameter Pelek dan Ban
Jika ingin memodifikasi motor trail menjadi supermoto, ubahan yang paling mendasar adalah bagian kaki-kakinya. Motor trail yang menggunakan ban pacul dengan ukuran ban depan ring 21 dan belakang ring 18. Sementara supermoto, idealnya menggunakan ban aspal dengan ukuran ring 17 untuk depan dan belakang.

2. Lebar Pelek dan Ban
Jika sudah ganti ban aspal, akan lebih baik lagi jika menggunakan ban dengan profil yang lebar. Dimulai dari peleknya, sebaiknya menggunakan pelek depan dengan lebar 3 inci dan pelek belakang 3,5 - 4 inci. Sementara untuk bannya, bisa pasang ban depan ukuran 120/70-17 dan belakang ukuran 140/70-17 atau 150/55-17.

"Semakin terlihat lebar sebenarnya semakin sangar juga kelihatannya, tapi jangan berlebihan. Perhatikan juga kapasitas mesin. Semakin besar ban tentu mesin harus kerja lebih keras lagi untuk bikin ban berputar," jelas Lerry.

Tommy Salim sedang memacu supermoto tunggangannya di rangkaian seri balap Trial Game Asphalt (TGA) seri Boyolali 14-15 September 2018.Dok. Pribadi Tommy Salim Tommy Salim sedang memacu supermoto tunggangannya di rangkaian seri balap Trial Game Asphalt (TGA) seri Boyolali 14-15 September 2018.

3. Decal
Untuk lebih mempersangar tampilannya, bagian bodi jangan dibiarkan dalam kondisi standar. Motor-motor bergaya supermoto umumnya menggunakan decal untuk menghiasi bodinya. Motifnya ada yang mengikuti tim balap atau sponsor energy drink. Biasanya, penggunaan warnanya yang kontras.

4. Knalpot
Saluran gas buang bukan hanya menjadi pendongkrak performa semata, tapi penting juga untuk meningkatkan estetika. Untuk motor, tampilan bukan hanya yang tampak di mata, tapi yang didengar juga.

5. Suspensi dan Setang
Suspensi upside down sudah cukup untuk meredam segala permukaan yang enggak rata di aspal jalan raya. Setang yang lebar juga wajib hukumnya, untuk meningkatkan handling motor. (DDP)




Close Ads X