Cara Toyota Pangkas Impor Bahan Baku

Kompas.com - 20/02/2019, 13:25 WIB
TMMIN berusaha meningkatkan daya saing untuk menjadi mother plant Toyota Fortuner di dunia. KompasOtomotif-Donny AprilianandaTMMIN berusaha meningkatkan daya saing untuk menjadi mother plant Toyota Fortuner di dunia.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengandeng PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM resmi menandatangani nota kesepahaman penggunaan Aluminium Foundry Alloy. Aluminium paduan A365 tersebut akan digunakan TMIIN untuk material produksi pelek mobil Toyota.

Keberhasilan INALUM menjadi pemasok lokal aluminium dengan spesifikasi khusus ini merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Indonesia dalam menekan angka impor bahan baku otomotif yang saat ini sedang menjadi perhatian utama.

"Langkah ini adalah salah satu wujud INALUM sebagai induk holding industri pertambangan dalam melaksanakan mandat dari pemerintah untuk hilirisasi produk aluminium dengan mendorong peningkatan industri otomotif nasional," ujar Budi Gunadi Sadikin, selaku Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium, dalam siaran resmi TMIIN.

Baca juga: Reaksi Toyota, Fortuner Punya Rival Baru dari China

Dalam mengembangkan aluminium untuk bahan baku pelek, INALUM bekerja sama dengan PAKO dan TMMIN sejak 2017. Kerjasama yang dilakukan meliputi area studi kelayakan, pengembangan spesifikasi material aluminium termasuk di dalamnya pengecekan komposisi unsur kimia, struktur metalurgi, hasil pengecoran ingot, evaluasi material (tingkat kekerasan, performa) hingga persiapan produksi massal.

Dengan adanya pasokan dari INALUM, impor Aluminium Foundry Alloy di sektor industri otomotif dapat dikurangi secara bertahap. Dampaknya bisa berpotensi penghematan devisa sebesar 1,3 juta dollar Amerika Serikat per tahun pada tahap awal karena baru terserap oleh Toyota.

Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).Febri Ardani/KompasOtomotif Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).
Kemampuan INALUM memproduksi aluminium untuk pelek yang didukung dengan kapasitas produksi sebesar 90 ribu ton per tahun, dapat membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain aktif pemasok bahan baku komponen otomotif di tingkat global yang saat ini didominasi oleh tiga pemain utama yang bermarkas di Dubai, Qatar dan Australia.

"TMMIN mendukung dan menyambut baik upaya INALUM dalam melokalkan ingot untuk pelek kendaraan. Keberhasilan INALUM akan memberikan dampak besar bagi penguatan struktur industri otomotif nasional, tahan banting terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan juga mempercepat tercapainya Tingkat Kandungan Dalam Negeri ( TKDN) murni produk-produk otomotif Indonesia yang semakin tinggi," kata Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

Pada tahap awal, INALUM akan memasok kebutuhan Aluminium Foundry Alloy di PAKO yang kemudian akan dipergunakan bagi produksi pelek Toyota Kijang Innova, Fortuner dan Sienta. Pasokan tersebut akan terus ditambah secara bertahap seiring dengan kemampuan INALUM dalam memasok alloy yang sejalan dengan rencana pengembangan kapasitas produksi secara berkelanjutan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X