Perubahan Paradigma “Road Safety”, Orang Boleh Kecelakaan, tapi...

Kompas.com - 27/08/2018, 09:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Soal pendekatan road safety, Indonesia juga sudah berubah haluan dari pendekatan tradisional yang arahnya menurunkan angka kecelakaan, menjadi pendekatan safe system yang arahnya menurunkan angka fatalitas.

Ini disebut sesuai dengan instruksi World Health Organization (WHO), yang sudah diimplementasikan dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) pada 2011 lalu. Target terdekat pada 2020, perbaikan fatalitas kecelakaan harus sampai angka 20 persen.

Melalui paradigma baru itu, Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Lilik Wachid Budi Susilomenyebutkan, hal tersebut memunculkan pernyataan sebenarnya pengemudi kendaraan boleh kecelakaan, tapi jangan sampai meninggal atau luka parah hanya ringan-ringan saja.

“Artinya ada perpindahan dari sistem user dan problem of accident, menjadi system designer dan problem of victim injury. Sebenarnya orang itu boleh kecelakaan, tapi dengan infrastruktur yang ada di jalan, tidak menyebabkan orang lebih fatal lagi,” tutur Lilik, Kamis (9/9/2018).

Baca juga: Menhub: Kurangi Kecepatan 5 Persen, Tekan Kecelakaan 30 Persen

Ilustrasi kecelakaan motorgas2.org Ilustrasi kecelakaan motor

Dirinya menyontohkan salah satu kasus yang menimpa anak salah satu artis terkenal, Ahmad Dhani, di mana mobil yang dikendarai hilang kendali, sampai berpindah jalur.

“Misalnya ada kasus putranya Ahmad Dhani, naik mobil kehilangan kendali pindah ke jalur lain. Coba dipikir jika median jalannya kuat mobil tidak akan berpindah dan akan balik lagi ke jalurnya,” tutur Lilik.

“Karena itu Dhani cukup pintar kala itu, karena pengelolanya juga akan terkena imbas, karena median jalan tak bisa menahan  mobil,” kata Lilik.

Jadi kata Lilik, melalui pendekatan safe system approach (mengurangi fatalitas kecelakaan) artinya boleh kecelakaan, boleh ada korban tapi jangan meninggal, dan juga lukanya tidak parah. Jadi infrastruktur jalan yang juga perlu diperbaiki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.