Toyota Bantah Sienta Mau "Disuntik Mati"

Kompas.com - 23/08/2018, 07:02 WIB
Toyota Sienta diproduksi di Plant II milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawarang, Jawa Barat.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Toyota Sienta diproduksi di Plant II milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawarang, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) wholesales atau dari pabrik ke diler, Toyota Sienta pada semester pertama 2018 anjlok 73,74 persen dari 8.580 unit di 2017 menjadi 2.253 unit selama enam bulan pertama tahun ini.

Informasi yang beredar, PT Toyota Astra Motor (TAM) bakal menghentikan penjualan multi purpose vehicle (MPV) pintu geser itu. Waktunya setelah satu kali adanya penyegaran, Sienta tidak akan lagi dijual di Indonesia.

Ketika dikonformasi, Fransiscus Soerjopranoto, Deputy Director PT TAM langsung menepis rumors itu. Menurut dia, tidak ada rencana untuk menghentikan penjulan Sienta.

"Performa penjualannya masih cukup bagus. Bahkan kami akan terus berusaha untuk meningkatkan penjualan," ucap Soerjo belum lama ini kepada Kompas.com di kawasan BSD, Tangerang.

Baca juga: Sienta Produksi Indonesia, Lebih Laris di Pasar Ekspor

Salah satu cara, lanjut Soerjo dengan memberikan beberapa ubahan atau modifikasi ringan pada sektor eksterior maupun interior, sehingga konsumen merasa lebih tertarik lagi untuk membeli Sienta ini.

New Toyota SientaOtomania/Setyo Adi New Toyota Sienta

"Harapan kami, penjualannya nanti setelah adanya ubahan-ubahan itu bisa ditingkatkan menjadi 1.000 unit per bulan. Jadi tidak akan kami stop penjualannya," ucap dia.

Sienta sendiri pertama dijual di Indonesia pada 2016, model MPV 7-penumpang dengan pintu geser itu telah diproduksi di Indonesia, tepatnya di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN).

Selain untuk pasar domestik, Sienta itu juga dirakit buat ekspor ke beberapa negara, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.




Close Ads X