Indonesia Mulai Bidik Australia Jadi Tujuan Ekspor Mobil - Kompas.com

Indonesia Mulai Bidik Australia Jadi Tujuan Ekspor Mobil

Kompas.com - 10/08/2018, 07:02 WIB
Arab Saudi menjadi negara kontributor terbesar ekspor Toyota Indonesia.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Arab Saudi menjadi negara kontributor terbesar ekspor Toyota Indonesia.

TANGERANG, KOMPAS.com - Australia merupakan negara yang dilaporkan sudah tidak lagi memiliki industri otomotif. Di sisi lain, letak geografis Australia relatif dekat dari salah satu negara yang jadi basis produksi industri otomotif di Asia Tenggara, yakni Indonesia.

Namun demikian, untuk memenuhi pasokan pasar otomotif dalam negerinya, Australia tidak mengimpornya dari Indonesia. Melainkan Thailand secara geografis letaknya lebih jauh dibanding Indonesia.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) mencatat Australia merupakan negara tujuan ekspor terbesar Thailand. Posisi selanjutnya dalam daftar lima besar adalah Indonesia, Malaysia, Jepang dan Filipina.

Sedangkan untuk Indonesia, lima besar negara tujuan ekspor adalah Filipina, Arab Saudi, Bangladesh, Jepang dan Meksiko.

Baca juga: Australia Pasar Potensial Sedan dari Indonesia

Ekspor Toyota dari Indonesia sudah berjalan selama 30 tahun, jumlah unit yang diekspor sudah menapai 1 juta unit.TMMIN Ekspor Toyota dari Indonesia sudah berjalan selama 30 tahun, jumlah unit yang diekspor sudah menapai 1 juta unit.

Pada 2017 silam, jumlah produk mobil Indonesia tercatat mencapai 1,1 juta unit. Dari jumlah tersebut, hanya 200.000 yang diekspor. Sedangkan dari 1,9 juta unit mobil yang diproduksi Thailand, 1,1 juta sudah untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Mengacu pada kondisi tersebut, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyatakan sudah saatnya Indonesia memanfaatkan kekosongan industri otomotif yang terjadi di Australia. Apalagi, Kukuh menyebut Australia punya potensi pangsa pasar yang cukup besar, yakni mencapai 1,3 juta unit per tahun. Gaikindo mulai membidik Negeri Kanguru tersebut sebagai negara tujuan ekspor mobil asal Indonesia.

"Karena itu kita ingin berupaya mengekspor ke Autralia. Karena jaraknya relatif dekat. Kalau dikirim pakai kapal cuma perlu 3-5 hari," kata Kukuh saat menjadi pembicara dalam seminar "Studi Pengembangan Electric Vehicle" di Arena GIIAS 2018, di ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (9/8/2018).

Baca juga: Toyota Indonesia Siapkan New Vios untuk Australia

Sedan Toyota Vios jadi salah satu pilihan di IIMS 2018Kompas.com/Setyo Adi Sedan Toyota Vios jadi salah satu pilihan di IIMS 2018

Untuk bisa masuk ke pasar Australia, Kukuh menyatakan produsen dalam negeri harus memproduksi mobil yang tidak hanya berorientasi untuk pasar dalam negeri, tapi juga luar negeri. Kukuh mencontohkan sedan.

Kukuh bukan orang pertama yang melontarkan pendapat tersebut. Beberapa waktu lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga menyatakan Indonesia perlu menggenjot ekspor mobil dalam bentuk utuh atau completely build up (CBU) ke Australia, baik yang bermesin bahan bakar konvensional maupun listrik.

Baca juga: Ekspor Suzuki APV ke Australia Berhenti di Satu Dekade

Airlangga juga menyatakan salah satu alasan pemerintah menurunkan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sedan, bertujuan agar semakin banyak produsen otomotif dalam negeri yang memproduksi mobil jenis tersebut untuk kebutuhan ekspor. Sebab sedan adalah jenis mobil yang paling diminati di banyak negara, termasuk Australia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X