Tambahan Jok Anak pada Motor, Bijaksana atau Tidak?

Kompas.com - 03/01/2018, 07:42 WIB
Modifikasi sepeda motor dengan menambah jok anak kecil. 
Febri Ardani/KompasOtomotifModifikasi sepeda motor dengan menambah jok anak kecil.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Sepeda motor sejatinya hanya untuk dinaiki dua orang, namun ada saja yang berpikir itu belum cukup hingga terlalu kreatif sampai menambahkan jok kecil buat anak. Sayang buah hati itu pasti, tapi apakah berharga sampai menempatkannya dalam potensi kecelakaan?

Contohnya bisa dilihat pada foto di atas. Seseorang menempatkan jok tambahan yang terbuat dari rotan di ruang kaki skutik. Mungkin pemiliknya tidak mau meninggalkan anak di rumah waktu jalan-jalan, namun kalau anak duduk di situ bikin berkendara tidak dalam sikap sempurna.

Modifikasi sepeda motor dengan menambah jok anak kecil. 
Febri Ardani/KompasOtomotif Modifikasi sepeda motor dengan menambah jok anak kecil.

Tambahan jok itu bikin tidak ada tempat buat pijakan kaki biker. Kenyamanan jelas berkurang, selain itu membuat usaha menyeimbangkan motor jadi minim. Dampaknya bisa berbahaya kalau motor goyah atau menghajar lobang.

Masalah lain yakni soal keleluasaan setang bergerak. Saat berbelok, aktivitas tangan bisa terganggu anak yang duduk di jok tambahan itu. Belum selesai di situ, konsentrasi biker memperhatikan jalan juga bisa terganggu anak.

Baca: Ini Cara Berboncengan yang Benar

“Pada prinsipnya memodifikasi motor tetap harus memprioritaskan tata cara berkendara risiko rendah. Terlebih untuk kendaraan yang dipakai bermobilitas harian dalam memenuhi kebutuhan transportasi,” kata Edo Rusyanto, Pemerhati Keselamatan Berlalu lintas Jalan, Senin (1/1/2018).

Ilustrasi: Bonceng duduk ngangkang di 
sepeda motor.KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN Ilustrasi: Bonceng duduk ngangkang di sepeda motor.

Ada semacam pembenaran dalam masyarakat kita, kalau berboncengan bertiga dengan anak kecil itu diperbolehkan. Padahal, sepeda motor sejatinya hanya diperbolehkan mengangkut dua orang.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 pada Pasal 106 Ayat 9 menyebutkan, “Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang”. Bila melanggar, pada pasal 292 dijelaskan, terancam pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.