Cara Minimalisir Risiko Kecelakaan di Jalan - Kompas.com

Cara Minimalisir Risiko Kecelakaan di Jalan

Kompas.com - 30/12/2017, 09:31 WIB
Sebuah tabrakan antar sesama pengendara motor yang terjadi akibat ketidakpatuhan dalam berlalu lintas.Cuplikan video di Instagram Sebuah tabrakan antar sesama pengendara motor yang terjadi akibat ketidakpatuhan dalam berlalu lintas.

 

KompasOtomotif - Tertib berlalu lintas dalam berkendara mutlak diperlukan untuk terhindar dari kecelakaan. Namun kesadaran yang sama harus diakui belum dilakukan oleh semua orang. Karena acapkali saat kesadaran untuk tertib sudah ditanamkan pada diri sendiri, ada pengendara lain yang justru tidak melakukannnya.

Hal inilah yang tampak dalam sebuah video yang tengah beredar di dunia maya. Dalam video tersebut, terjadi tabrakan akibat ada salah seorang pengendara motor yang pindah lajur secara tiba-tiba. Akibatnya, dua pengendara motor lain yang tengah melaju dari arah belakang di lajur kanan tidak sempat mengerem. Tabrakan yang melibatkan tiga sepeda motor pun terjadi.

Pengamat keselamatan jalan Edo Rusyanto memberikan tips agar terhindar dari kecelakaan serupa. Menurut Edo, ada tiga aspek penting yang selalu perlu diterapkan untuk menurunkan risiko ke level rendah saat bersepeda motor atau low risk riding. Edo menekankan ketiga aspek ini menjadi vital guna memangkas fatalitas kecelakaan tabrak belakang maupun tabrak samping.

"Pertama, senantiasa melepas pandangan jauh ke depan untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Informasi soal pergerakan di depan menjadi bekal penting untuk mengambil keputusan seperti mengerem atau menambah kecepatan yang wajar," kata Edo kepada KompasOtomotif, Kamis (28/12/2017).

https://www.instagram.com/p/BdNh8rCD3G-/

Kedua, pengendara harus senantiasa menjaga jarak minimal dan jarak aman antar kendaraan. Kembali lagi, pengendara juga diminta untuk selalu menjaga pandangan jauh ke depan guna meminimalisasi kecelakaan tabrak belakang.

Ketiga, pengendara agar senantiasa menyalakan lampu isyarat penunjuk arah atau sein saat berbelok atau berputar arah. Hal ini dinilai penting untuk memudahkan pengendara yang ada di belakang bisa mengatur ritme kecepatan kendaraannya, termasuk mengatur jarak minimal dan jarak aman. 

"Perlu dicatat, ketika hendak berpindah lajur tadi juga dilengkapi dengan memperhatikan situasi sekitar. Melihat kaca spion menjadi mutlak. Bahkan, lebih afdol dibarengi dengan menoleh sejenak atau head check," pungkas Edo.

Terkait video yang beredar, sampai berita ini diturunkan, KompasOtomotif masih berupaya mencari informasi mengenai lokasi maupun waktu kejadian dari peristiwa tersebut.


EditorAgung Kurniawan

Terkini Lainnya


Close Ads X