Kompas.com - 24/08/2017, 07:03 WIB
EditorAgung Kurniawan


Surabaya, KompasOtomotif
– Kehadiran Mitsubishi Xpander di segmen low multi purpose vehicle (LMPV) di Indonesia, ibarat oase di padang pasir. Ketika pasar tengah jenuh dengan beberapa model lawas, seperti Avanza, Xenia, Ertiga, dan Mobilio, hadir pilihan baru dengan segudang fitur unggulan, membuat andalan baru Mitsubishi ini “meledak” di pasar.

Bayangkan, sejak peluncuran perdana di pameran otomotif nasional, GIIAS, (10/8/2017), sampai (20/8/2017), Xpander sudah mengumpulkan 7.489 unit Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Jumlah ini sudah menembus target penjualan Xpander yang ditetapkan 3.000-4.000 unit per bulan.

Masa euforia penjualan Xpander di awal kemunculannya masih dalam masa “bulan madu”.

“Kalau model baru, umumnya (euforia) itu enam bulan sejak peluncuran. Tetapi, untuk kondisi ini (Xpander) saya masih belum tahu sampai kapan,” kata Osamu Iwaba, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menjawab KompasOtomotif di Surabaya, Rabu (23/8/2017).

Baca: Mitsubishi Xpander Belum Terpikir Main ?Taksi Online?

Mulai Inden

Pada awal peluncuran perdana Xpander, pihak MMKSI menyatakan kalau kapasitas produksi pabrik berkisar 3.000-4.000 unit per bulan. Tetapi, mulai 2018, kapasitas akan coba digenjot menjadi 5.000 unit per bulan, seiring estimasi makin membesarnya permintaan. Tetapi, melihat dari jumlah SPK yang masuk, artinya inden sudah menumpuk sampai dua bulan.

Iwaba menjelaskan, Xpander merupakan model kedua yang diproduksi di pabrik baru Mitsubishi di Bekasi, Jawa Barat, setelah Pajero Sport rakitan lokal. Produksi awal Xpander mulai dialokasikan pertengahan September ini, bukan buat konsumen, tetapi untuk model tes drive di masing-masing gerai penjualan Mitsubishi di 40 kota besar.

“Setelah pengunjung pameran bisa tes drive di GIIAS 2017, kami akan sediakan di 40 kota besar di Indonesia, sehingga calon konsumen bisa mencoba juga. Bayangkan, 30 kota besar teratas itu sudah mencakup 70 persen dari total pasar LMPV di Indonesia, jadi pasti penjualan (Xpander) akan naik lagi,” kata Iwaba.

Dengan penumpukan pesanan (inden) yang mulai terjadi, Iwaba mengaku gembira, sekaligus waspada. Menurutnya, waktu inden yang masih bisa diterima konsumen Indonesia, berkisar tiga sampai empat bulan. Tetapi, kalau sampai tembus enam bulan, sudah dianggap terlalu lama.

“Sudah menjadi tugas kami menjaga konsumen, karena di segmen ini, banyak sekali pilihan alternatifnya,” kata Iwaba.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.