Ingat, Arus Balik Lebih Rawan Kecelakaan

Kompas.com - 28/06/2017, 07:02 WIB
Pemudik antre menunggu masuk ke kapal Ro-Ro saat puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (23/6/2017). Pelabuhan Merak menargetkan 1.438.550 orang akan menyeberangi lintasan Merak-Bakauheni selama Lebaran tahun ini. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPemudik antre menunggu masuk ke kapal Ro-Ro saat puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (23/6/2017). Pelabuhan Merak menargetkan 1.438.550 orang akan menyeberangi lintasan Merak-Bakauheni selama Lebaran tahun ini.
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Sama seperti arus mudik, sebelum melakukan perjalanan balik ke Ibu Kota baiknya kembali mempersiapkan kondisi fisik. Hal ini berlaku baik untuk pengendara atau kondisi dari kendaraannya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto, mengatakan bahwa tingkat kecelakaan umumnya lebih besar terjadi saat balik dibandingkan ketika berangkat.

Baca : Kerasnya Perjuangan Arus Balik, ini Antisipasinya

"Pada arus balik biasanya semangat serta fisik relatif menurun dan konsentrasi berkurang. Saya mengimbau para pengemudi sepeda motor maupun kendaraan pribadi untuk mempersiapkan dirinya dan kendaraan sebelum dipakai balik," ujar Pudji dalam siaran resminya, Selasa (27/6/2017).

Melihat data kecelakaan pada 2016, saat musim Lebaran didominasi oleh sepeda motor dengan kisaran mencapai 71 persen. Kalau dilihat waktu kejadian, kecelakaan banyak terjadi saat arus balik.

Diprediksi hal tersebut terlihat dari beberapa faktor yang berpengaruh, seperti kelelahan karena telah terkuras tenaga saat mudik dan bersilatuhim, menipisnya uang saku sehingga enggan beristirahat, serta semangat yang kendor dan mengurangi konsentrasi.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Pemudik bersepeda motor melintasi Jalur Pantura Indramayu - Cirebon, Jawa Barat, Jumat (23/6/2017). Pada H-2 Lebaran, jalur Pantura dipadati kendaraan pemudik khususnya kendaraan roda dua.

Kementerian Perhubungan (Kemnhub), memprediksi terjadi peningkatan 13,92 persen untuk mobil pribadi pada musim mudik tahun ini, dari sebelumnya 3.057.293 unit menjadi 3.482,715 unit pada 2017. Sedangkan motor, bila pada 2016 tercatat 5.135.708 unit tahun ini diperkirkan melonjak 6.069.380 unit, atau naik 18,18 persen.

Dari angka tersebut bisa dipastikan kepadatan juga tetap terjadi saat arus balik. Bahkan potensi kecelakaan lebih besar dengan kondisi yang sudah lelah sehabis berlibur di kampung halaman. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X