Begini Bukti “E-mail” Lengkap Dugaan Kartel Yamaha-Honda

Kompas.com - 10/01/2017, 14:33 WIB
Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadiri sidang lanjutan dugaan kartel di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Minoru Morimoto Presiden Direktur YIMM (berdasi biru) dan Chief Operating Officer (COO) YIMM serta Executive Officer Yamaha Motor Company (YMC) Japan Dyonisius Beti (berdasi merah). Febri Ardani/KompasOtomotif Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadiri sidang lanjutan dugaan kartel di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Minoru Morimoto Presiden Direktur YIMM (berdasi biru) dan Chief Operating Officer (COO) YIMM serta Executive Officer Yamaha Motor Company (YMC) Japan Dyonisius Beti (berdasi merah).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif — Analisis tim investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas dugaan kartel antara Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan Astra Honda Motor (AHM) dikuatkan dari dua bukti e-mail internal YIMM. Kedua e-mail itu bertanggal 28 April 2014 dan 10 Januari 2015.

Begini isi lengkapnya menurut presentasi tim investigator pada sidang lanjutan pembacaan kesimpulan di kantor KPPU di Jakarta, Senin (9/1/2017):

“Please find attached the IDN price comparasion material presented by YMC at Asean Mtg just after GEC.

As you can notice, prices of some models are lower Honda, such as Vixion, Fino, etc.
We need to send message to Honda that Yamaha follows H price increase to countermeasure exchange rate fractuation / labor cost increase as a common issue for the industry.

So please review the current pricing and wher there is a room, please adjust the price. I understand that to maintain the volume, if necessary, we use the amount of price increase for promotion of the models at least for the time being.

Thanks, Kojima

(see attached file : Price position IDN 2014.Pptx)

E-mail di atas dikirimkan pada 28 April 2014 dari Presiden Direktur YIMM Yoichiro Kojima kepada Executive Vice President Dyonisius Beti serta diteruskan ke grup manajemen pemasaran.

Menurut salah satu anggota tim investigator KPPU, Helmi Nurjamil, e-mail tersebut sudah diklarifikasi kepada Kojima. “Yang bersangkutan memang mengiyakan bahwa pernah mengirimkan e-mail ini,” ucap Helmi.

Sebagai catatan, jabatan Kojima sebagai Presiden Direktur YIMM digantikan oleh Minoru Morimoto mulai 2016.

E-mail kedua

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X