Kenali Level Kecelakaan Lalu Lintas di "Mata Hukum"

Kompas.com - 28/09/2016, 08:42 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Kecelakaan, masih jadi momok yang menyeramkan di jalan Indonesia. Jenisnya beragam, mulai dari ringan sampai kecelakaan berat. Namun, sebenarnya bagaimana kecelakaan itu bisa disebut ringan, sedang, atau berat?

Di dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di mana kecelakaan digolongkan menjadi tiga bagian. Pada paragraf 2, mengenai Penggolongan dan Penanganan Perkara Kecelakaan Lalu Lintas, pasal 229 ayat satu sampai empat, kecelakaan lalu lintas digolongkan atas:

a. Kecelakaan Lalu Lintas ringan, di mana mengakibatkan kerusakan Kendaraan dan (atau) barang.

b. Kecelakaan Lalu Lintas sedang, yaitu kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan juga kerusakan kendaraan dan (atau) barang.

c. Kecelakaan Lalu Lintas berat, mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.

Kemudian pada pasal lima, kecelakaan tersebut bisa disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan, ketidaklaikan kendaraan, serta ketidaklaikan jalan dan (atau) lingkungan.

Kewajiban

Tidak berhenti sampai situ, ada konsekuensi yang harus diterima oleh pihak yang menjadi penyebab kecelakaan itu terjadi. Terutama terkait dengan masalah penggantian dan jenis pertolongan lainnya, seperti pada pasal 235 dan 235.

Pada ayat satu pasal 235 tertulis, jika korban meninggal dunia akibat kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229, pengemudi, pemilik, dan (atau) Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban, berupa biaya pengobatan dan (atau) biaya pemakaman.

Lalu pada ayat kedua, jika terjadi cidera terhadap badan atau kesehatan korban akibat kecelakaan tersebut, pengemudi, pemilik, dan (atau) Perusahaan Angkutan Umum, wajib memberikan bantuan kepada korban berupa biaya pengobatan. Kedua ketentuan tersebut tentunya tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.

Selanjutanya pada pasal 236 ayat satu, pihak yang menjadi penyebab kecelakaan sebagaimana dimaksud, wajib mengganti kerugian, yang besarannya ditentukan berdasarkan putusan pengadilan. Kewajiban mengganti kerugian ini, juga dapat dilakukan di luar pengadilan, jika terjadi kesepakatan damai di antara pihak yang terlibat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.