Rp 5 Triliun buat Toyota "All-New" Kijang Innova

Kompas.com - 24/11/2015, 09:01 WIB
Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015). Febri Ardani/KompasOtomotifJalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).
|
EditorAgung Kurniawan

Karawang, KompasOtomotif — Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah menanamkan investasi besar untuk mempersiapkan kelahiran Kijang Innova generasi kedua.

Transisi dengan kadar “All-New” bukan hanya untuk produk, melainkan juga tempat kelahirannya di pabrik Karawang I, Jawa Barat. Fasilitas produksi ini juga sudah berubah total.

“Investasi sebenarnya ada macam-macam. Pertama, kita harus menyiapkan pabriknya dulu supaya sesuai dengan (model) yang baru dan kita juga telah memperbaiki ergonomis dan lain-lain. Tapi, kalau yang terkait hanya dengan model Innova saja sekitar Rp 5 triliun,” ujar Direktur Produksi Engineering TMMIN Karawang I, Nandi Julianto, saat bertemu dengan wartawan, Senin (16/11/2015).

Nandi menjelaskan, pabrik sempat berhenti untuk proses peralihan produksi dari generasi lama ke baru, sebelum akhirnya mencetak massal All-New Innova dimulai pada pekan pertama November 2015.

Peralihan itu sebagai persiapan renovasi jalur produksi, termasuk mengubah jig, die, press part, dan molding. Selain itu, TMMIN juga harus menyiapkan produksi komponen di level pemasok.

Otomatisasi

Jalur produksi mobil di TMMIN dibagi menjadi enam tahap, yaitu stamping (pengepresan), welding (pengelasan), painting (pengecatan), engine manufacturing (produksi mesin), assembling (perakitan), dan quality inspection (tes kualitas). Kegiatan di pabrik Karawang I untuk pengelasan, pengecetan, dan perakitan.

Nandi lanjut memaparkan, sebagian proses produksi Innova baru sekarang menggunakan teknologi robot. Sebesar 24 persen proses produksi mengadopsi otomatisasi. Artinya, tidak lagi menggunakan tenaga manusia.

Otomatisasi ini dikatakan untuk meningkatkan kualitas, akurasi, dan durabilitas. Bagian yang disebut terkonsentrasi di area pengelasan dan pengecetan.

“Masuk ke jig, total itu sudah hampir semua robot, karena kita mau mempertahankan akurasi. Untuk frame itu 60 persen, model sebelumnya sekitar 20 persen. Pembuatan frame kita menambah sekitar 80 robot baru,” ungkap Nandi.

Kendati penggunaan robot bertambah, bukan berarti TMMIN mengurangi karyawan. Sebagian pekerja dialokasikan ke pembuatan suku cadang Innova model lama. Nandi mengatakan, produksi suku cadang itu disiapkan sampai 10 tahun dari sekarang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.