Konvoi Moge Arogan, Ini Kata Bos Mabua Indonesia - Kompas.com

Konvoi Moge Arogan, Ini Kata Bos Mabua Indonesia

Kompas.com - 16/08/2015, 13:10 WIB
KOMPAS.com, Wijaya Kusuma Foto dari warga Yogya: Erlanto Wijoyono saat menghadang konvoi Harley di Perempatan Condongcatur Depok Sleman


Jakarta, KompasOtomotif
 — Akhir pekan ini, media sosial diramaikan dengan kabar arogansi pengguna sepeda motor besar (moge) Harley-Davidson (HD) di Yogyakarta saat mengikuti acara Indonesia Bike Week, dalam rangka HUT Ke-70 RI.

Rombongan pengendara sepeda motor gede (moge) yang mayoritas menggunakan Harley ini dihadang oleh tiga warga Yogya di persimpangan Condongcatur, Depok, Sleman. Aksi ketiga warga itu langsung menjadi sorotan banyak pihak, baik dari sisi positif maupun negatif. Ketiganya meminta agar rombongan moge tersebut mematuhi rambu lalu lintas, meski mendapat pengawalan polisi.

Direktur Utama PT Mabua Motor Indonesia, Djonnie Rahmat pun angkat bicara mengenai kabar ini. Menurut Djonnie, ketiga warga yang menghadang konvoi moge di Yogya adalah orang lembaga sosial masyarakat (LSM) yang hanya mencari sensasi untuk mendapatkan citra baik.

"Acara ini dirancang untuk maksud-maksud positif, apalagi untuk memperingati HUT Ke-70 RI dan Indonesia Bike Week. Bukan hanya HD, merek moge lain juga ada, meski mayoritas HD. Ini untuk menyatukan visi. Sebelum berangkat, kami itu sudah ditekankan agar mematuhi aturan-aturan lalu lintas," beber Djonnie saat dihubungi KompasOtomotif, Minggu (16/8/2015).

Dengan demikian, Djonnie yang juga mengikuti konvoi itu mengatakan, karena moge yang dalam konvoi berjumlah ribuan unit, maka polda setempat membantu untuk melakukan suatu persiapan agar konvoi berjalan dengan lancar dan tertib.

"Yang paling depan di konvoi itu kan Kapolda beserta pimpinan-pimpinan klub. Namun, ketiga orang itu memang sengaja ke tengah dan melakukan aksi itu. Ini sebenarnya niatnya positif, jangan dijadikan sensasi dan (digambarkan kalau) hal ini negatif. Itu buat saya salah," kata dia.

Djonnie melanjutkan, pihak kepolisian tidak melakukan pilih kasih. Mereka hanya menjalankan tugas dan agar konvoi ini bisa lewat dengan cepat ke Prambanan, dan tidak menimbulkan kemacetan di sejumlah wilayah yang dilewatinya.

"Saya sangat menyayangkan saja, kok ada orang seperti itu. Padahal jika dilihat, (ada) sisi positif lain, seperti berapa pendapatan daerah yang didapat karena adanya acara ini. Anda bayangkan saja, (para peserta) konvoi moge itu datang dari berbagai wilayah di Indonesia," ujar Djonnie.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X