Kompas.com - 22/06/2015, 15:47 WIB
Financial Planning Adhis AnggianyFinancial Planning
|
EditorLatief

Kesuksesan seseorang kebanyakan dinilai dari banyaknya investasi yang dimiliki, baik dalam bentuk rumah, mobil, tanah, atau hal “berbentuk” lainnya. Orang berlomba mencari materi tanpa memikirikan risiko yang dihadapi. Padahal, idealnya kemampuan membeli seharusnya juga diimbangi dengan kemampuan berasuransi.

Tentu, jika Anda memiliki keduanya, maka tak jadi masalah. Namun, jika dompet belum mencukupi, mana yang harus didahulukan, asuransi atau investasi?

Asuransi menawarkan proteksi, sedangkan investasi memberikan persiapan modal masa depan. Biasanya investasi dilakukan untuk persiapan hari tua atau pendidikan anak.

Para konsultan keuangan setuju, orang harus mengutamakan asuransi terlebih dahulu. Mengapa? Logikanya, selama pikiran dan tubuh sehat, investasi bisa diraih dan bukan sebaliknya.

Masalahnya, orang masih beranggapan, investasi bisa dijadikan sebagai proteksi. Mereka berpikir, toh kalau sakit dan harus membayar biaya rumah sakit, mobil bisa dijual. Jika tidak cukup? Deposito bisa dicairkan. Masih tidak cukup? Ada rumah bisa digadaikan. Lalu, kalau belum kunjung sehat?

Nah, di sinilah masyarakat harus jeli. Asuransi dan investasi adalah dua hal berbeda, dan tidak bisa disatukan. Walaupun memang, kini sudah banyak produk asuransi menawarkan program proteksi dan investasi secara bersamaan. Namun, memilih asuransi murni untuk proteksi lebih dianjurkan.

Lindungi diri dan keluarga

Kebutuhan asuransi tiap orang berbeda. Pada asuransi jiwa, pihak asuransi hanya memberikan pertanggungan atas risiko kematian. Baik itu disengaja maupun tidak. Tentu saja yang tertanggung tidak boleh melakukan tindak kriminal.

Nah, jika sebuah keluarga memiliki dua orang pencari nafkah (ayah dan ibu), maka asuransi jiwa bersifat opsional. Namun, jika hanya salah satu saja yang bekerja, maka pencari nafkah wajib diasuransi jiwakan.

Sementara itu, asuransi kesehatan memberikan tanggungan rawat inap dan operasi di rumah sakit. Saat ini, sudah ada BPJS garapan pemerintah. Jadi, semua orang memiliki akses perawatan kesehatan dengan harga terjangkau. Jika dirasa kurang cukup, Anda bisa menambah dengan asuransi komersial.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.