Kompas.com - 25/06/2014, 09:20 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

Surabaya, KompasOtomotif – Salah satu kunci keselamatan berkendara adalah sistem pengereman yang berfungsi untuk mengurangi laju kendaraan. Mazda Motor Indonesia (MMI) coba mengingatkan kembali kecanggihan fitur Smart City Brake Support (SCBS), milik sedan Mazda6, yang bisa membantu pengereman dalam sesi peragaan di sela media test drive di Danau Bening, Madiun, Selasa (24/6/2014).

Kecelakaan antar mobil dari arah belakang saat berlalu-lintas sudah umum terjadi, Mazda mengungkapkan, kejadian itu 60 persen terjadi di bawah kecepatan 30 kpj. SBCS adalah fitur yang bisa berguna untuk menghindari hal tersebut, membantu pengemudi menghindar dari tabrakan depan.

Mazda.com Smart City Brake Support (SCBS)

Ari Tristianto Wibowo, Product Planning and Marketing MMI, mengatakan SCBS akan bekerja di kecepatan 4-30 kpj. Bila tidak dimatikan (dari salah satu mode di instrument cluster), fungsi SBSC selalu aktif. “Sistem deteksi bekerja otomatis dari sensor berbasis infra merah yang berada di kaca (di belakang spion tengah),” jelas Ari.

Saat dicoba, mobil melaju ke arah rintangan yang diibaratkan bagian belakang mobil, dengan syarat pengemudi tidak boleh menginjak rem untuk berhenti. Terbukti, setelah sensor mengalkulasi dan membuat keputusan, rem akan aktif sekitar satu meter dari objek penghalang. Mobil "dipaksa" berhenti sempurna tapi akan kembali berjalan setelah empat detik.

“Objek yang terdeteksi kira-kira lebih tinggi dari kap mesin, ada kemungkinan kalau di bawah itu tidak terbaca,” jelas Ari.

Febri Ardani Smart City Brake Support (SCBS)

KompasOtomotif juga membuktikannya sendiri dalam perjalanan dari Semarang menuju Madiun. Saat merayap di kemacetan, satu sepeda motor memutuskan untuk menyebrang tiba-tiba di depan mobil. Sempat kaget karena ternyata SBCS membaca gerakan itu sebagai objek berpotensi bahaya, kemudian mobil pun mengerem sendiri.

Canggih!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.