Pentingnya Tutup Pentil Ban bagi Keselamatan Berkendara

Kompas.com - 30/05/2014, 12:49 WIB
Tutup pentil ban (valve cap), kecil tapi menambah fungsi keselamatan. Donny AprilianandaTutup pentil ban (valve cap), kecil tapi menambah fungsi keselamatan.
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif — Tutup pentil ban atau biasa disebut valve cap sering diremehkan. Wujudnya yang kecil dan menjadi bagian dari ban yang kotor membuat banyak orang mengesampingkan benda ini. Namun, sebenarnya, dalam rancang bangun kendaraan, benda seremeh dan sekecil apa pun dipastikan punya fungsi.

Karena sering dianggap sepele padahal cukup signifikan menambah unsur keselamatan, Humas Mabes Polri pun memberikan imbauan pentingnya peranti kecil ini. Jika ada yang punya pengalaman ditilang karena tutup pentil, permasalahannya bukan karena hal kecil, melainkan lebih jauh karena keselamatan berkendara yang disokong oleh ban dan bagian-bagiannya.

Dijelaskan, ada dua peran tutup pentil yang berhubungan dengan keselamatan berkendara, yaitu

1. Benda ini bertugas mencegah kotoran. Debu, air, atau bahkan lumpur yang masuk ke daerah pentil dapat merusak katup dan berbagai peranti di dalamnya (termasuk per, penonjok kecil, dan sil karet).

Jika dibiarkan lama, dikhawatirkan timbul korosi yang menyebabkan katup bocor atau membuat sil karet getas. Alhasil, pentil akan rusak dan menimbulkan kebocoran halus. Karena tekanan angin ban sangat penting sehubungan dengan keselamatan berkendara, polisi juga memberi perhatian untuk bagian ini.

2. Fungsi kedua, tutup pentil juga mencegah agar udara yang ada di dalam ban tidak keluar melalui celah kecil katup pentil. Andai pentil rusak pun, dengan adanya tutup, kebocoran masih bisa ditahan perlahan, tidak drastis membuat ban kempes yang tentunya akan berbahaya.

Soal bahan dan model, dijelaskan tidak ada masalah. Paling penting adalah mencari tutup pentil yang atau pas dengan lubang (jika tutup pentil asli bawaan hilang).

Jenis
Ada beberapa jenis tutup pentil ban. Paling sederhana dan mudah ditemui, berbahan plastik dan standar warna hitam. Hanya, model ini berpotensi getas dalam jangka waktu tertentu. Ada tutup pentil berbahan metal. Biasanya, di bagian dalam terdapat sil karet yang untuk menyumpal rapat lubang masuknya udara di pentil ban.

Jenis ketiga, tutup pentil ban dengan indikator tekanan angin. Bila indikatornya menyala hijau berarti tekanan angin normal. Jika warna kuning muncul tandanya tekanan angin berkurang. Merah, berarti ban tidak aman untuk dikendarai.

Ada juga tutup pentil ban dengan fungsi dekoratif. Tujuan utamanya sebagai kosmetik yang mempercantik tampilan kendaraan. Modelnya macam-macam, dari kepala tengkorak, bola basket, dadu, dan sebagainya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X