Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Indomobil Siap Tambah Unit Usaha Baru Khusus EV di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (Indomobil Group) sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, berencana menambah unit usaha baru khusus kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Langkah terkait sejalan dengan perkembangan industri otomotif global, yang sedang mengarah ke penggunaan energi baru terbarukan melalui EV untuk menuju penggunaan kendaraan ramah emisi.

Demikian dikatakan langsung oleh Presiden Direktur Indomobil Group, Jusak Kertowidjojo saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/4/2024).

"Benar (menambah unit usaha baru), misal saja charging station. Sebab ujung-ujungnya dibutuhkan fasilitas tersebut seiring semakin banyaknya populasi mobil listrik di Indonesia," kata dia.

Namun upaya strategis tersebut diakui masih cukup jauh mengingat kini Indonesia masih dalam tahap awal dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan pada kendaraan bermotor melalui EV.

Sementara perkembangan teknologi di global terus terjadi. Sehingga perusahaan perlu menimbang berbagai aspek dahulu sebelum melangkah ke sana.

"Dalam kasus charging station, sebenarnya untuk populasi sekarang, belum butuh karena mobil bisa diisi dayanya di rumah. Kalau dipakai harian, kira-kira baru lima sampai enam hari di cas," ucap Jusak.

"Tetapi begitu populasinya sudah banyak sekali, mau tidak mau harus ada charging station. Ketika sudah mencapai titik itu, perlu unit usaha baru supaya charging station bisa dipakai semua brand," tambahnya.

Adapun langkah terdekat yang dilakukan Indomobil Group dalam tahap awal adopsi EV sebagai alat transportasi, ialah berkerja sama dengan berbagai merek terkemuka untuk masuk pasar Indonesia.

Oleh karenanya dalam satu tahun belakangan, perusahaan begitu getol menjalin kemitraan baru untuk memasarkan EV. Beberapa diantaranya Great Wall Motor, Yadea, hingga paling terkini GAC Aion.

"EV itu berkembang terus seiring komitmen berbagai negara menuju era netralitas karbon. Eropa misalnya, yang sudah menyatakan tidak akan menjual ICE (internal combustion engie) lagi di 2035," kata Jusak dalam konferensi pers.

"Ketika berbagai negara sudah tidak menjual ICE lagi, maka pasarnya akan terus mengecil. Artinya investasi yang sampai miliar dollar AS per tahun untuk industri ICE akan berhenti. Jadi semuanya akan mengarah ke EV," lanjutnya.

"Kita tidak bisa memprediksi berapa tahun di Indonesia (perkembangan EV menggantikan ICE), namun perlahan pasarnya semakin lama makin tinggi. Kalau EV ini semakin tinggi, maka merek-merek yang akan kuat tidak cuma satu tentunya, itulah strategi Indomobil," tutup dia.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/04/03/175443015/indomobil-siap-tambah-unit-usaha-baru-khusus-ev-di-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke