Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ulik Teknologi dan Efisiensi BBM Honda CR-V RS Hybrid

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi memasarkan CR-V dengan teknologi hybrid atau e:HEV di Indonesia.

Kehadiran CR-V RS Hybrid juga langsung menambah jajaran pilihan mobil elektrifikasi, khususnya di segmen sport utility vehicle (SUV).

Mengusung emblem RS, CR-V Hybrid hadir sebagai varian tertinggi yang dibekali mesin berkubikasi 2.000 cc direct-injection 4 silinder Atkinson cycle DOHC.

Dapur pacu tersebut dikombinasikan dengan motor listrik serta baterai lithium-ion berkapasitas 1,06 kWh, yang mampu memproduksi tenaga sebesar 205 Tk dan torsi 335 Nm.

Tenaga dari mesin disalurkan ke roda melalui Electric Continuously Variable Transmission (E-CVT), yang diklaim memiliki motor penggerak dan pembangkit tenaga berukuran kecil serta tersusun secara pararel pada poros terpisah.

Berdasarkan lembar fakta, sitem e:HEV pada CR-V memiliki empat mode sistem berkendara, yakni EV Mode, Hybrid Mode, Engine Mode, dan Regenerative yang secara otomatis bergantian sesuai dengan kondisi jalan, pengendara, beban mesin, serta gaya berkendara.

Mode EV akan berkerja ketika berkendara normal dengan beban mesin rendah, yang memungkinkan pergerakan mobil sepenuhnya didukung dari baterai dan motor tanpa ada emisi gas buang lantaran mesin tidak bekerja.

Kondisi ini sudah redaksi rasakan ketika melakukan pengetesan beberapa waktu lalu. CR-V RS Hybrid mampu berjalan dengan mode listrik yang senyap.

Untuk mode hybrid, bekerja saat pengendara membutuhkan tenaga. Kolaborasi mesin bensin dan baterai secara bersamaan menggerakan motor listrik sehingga menghasilkan keseimbangan antar tenaga dan efisiensi bahan bakar.

Sedangkan dalam kecepatan tinggi, mobil akan melaju sepenuhnya dari mesin bensin. Untuk regenerative sendiri fungsinya untuk pengisian baterai ketika pengendara mereduksi kecepatan.

Pengisian daya pada baterai Honda CR-V RS Hybrid juga bisa dilakukan via Deceleration Paddle Selector layaknya paddle shift. Semakin besar level perlambatan, makin besar juga daya yang diserap beterai.

Alternatif lain yang ditawarkan untuk pengisian daya baterai adalah melalui Shift B. Akesnya bisa dilakukan dengan menggeser tuas transmisi ke posisi B, sehingga memberikan efek perlambatan yang maksimal layaknya melakukan engine brake.

Dengan teknologi hybrid yang dibenamkan ini, tak heran meski memiliki kapasitas mesin yang besar CR-V RS Hybrid tetap irit bahan bakar.

Menempuh jarak 182,4 kilometer (Km) dari Jakarta menuju Ranca Upas di Ciwidey, Jawa Barat, dengan medan menanjak serta berliku, tercatat konsumsi bahan bakar pada MIDCR-V RS Hybrid sebesar 16 kpl.

Artinya, 1 liter bensin rata-rata bisa mengantarkan CR-V RS Hybrid berjalan 16 km. Sebagai catatan, kondisi ini redaksi dapat dengan empat orang penumpang dewasa, AC tetap beroperasi di posisi low, medan jalan yang bervariasi, hujan deras, serta gaya berkendara normal.

Sekadar informasi, hasil ini lebih irit dari CR-V versi Turbo bermesin lebih kecil, yakni 1.500 cc, yang rekan redaksi dapatkan setelah menempuh rute yang sama.

Meski demikian, soal konsumsi BBM tentunya bisa berbeda-beda, karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Tapi secara keseluruhan, baik dari sisi tenaga dan efisiensi, CR-V RS Hybrid patut diacungi jempol.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/01/31/103100215/ulik-teknologi-dan-efisiensi-bbm-honda-cr-v-rs-hybrid

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke