Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Modifikasi Wuling Air ev, Tampil Elegan Pakai Sunroof

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak kemunculannya pada Agustus 2022 lalu, mobil listrik Wuling Air ev langsung banyak diburu konsumen otomotif.

Memiliki desain yang futuristis dan ringkas, mendorong para pemilik mobil listrik mungil ini untuk modifikasi sehingga lebih menarik.

Sebagian ada yang mencoba mengganti peleknya, menambahkan roof box di atap, atau bahkan mengubah cat untuk membuat tampilan luar terasa berbeda.

Seperti modifikasi Wuling Air ev Long Range dengan gaya stance yang digarap oleh pria bernama Nana. Ubahan mobil listrik mini dari negeri Tiongkok kali ini begitu menarik, sebab bisa dibilang merupakan Wuling Air ev pertama di Indonesia yang menggunakan sunroof.

“Mobil ini dibeli oleh pemiliknya pada 2023, memang dari awal ada permintaan mau dibuatkan konsep stance pakai sunroof. Tapi tetap fungsional, karena mau dipakai untuk harian,” ucap Nana kepada Kompas.com di Grand Kota Bintang, Bekasi, Minggu (14/1/2024).

Nana melanjutkan, modifikasi ini dilakukan secara bertahap, dengan part modifikasi Original Equipment Manufacturer (OEM) dari Jepang.

“Pemiliknya yang order langsung part modifikasi dari Jepang, jadi saya tinggal eksekusi saja,” kata Nana.

Melihat eksterior, khususnya di bagian fascia memang tidak ada perubahan yang signifikan. Pemilik mobil ini tetap mempertahankan tampilan standar.

Namun, jika melihat bagian kaki-kaki, mobil ini sudah dimodifikasi dengan camber negatif dan penambahan suspensi.

Untuk pelek menggunakan Work meister CR-01 ukuran 15x6,5, dibalut dengan ban Falken sincera 165x50 R15. Dilengkapi dengan pemasangan Big Brake Kit (BBK) Ideal warmund 6 pot.

“Ini karena spek lebar peleknya 15x6,5, jadi kita lepas liner (fender). Karena kalau tidak dilepas, mobil ini tidak bisa belok,” ucap Nana.

Mobil ini juga sudah dibekali dengan air suspension Ideal Airmax 4 point, sehingga mobil dapat dinaik dan turunkan dengan mudah, hanya melalui tombol atau remot di kabin.

Ubahan lain di bagian interior adalah pemasangan auto retract mirror. Sebab, kaca spion bawaan Wuling Air ev belum bisa dilipat secara otomatis.

Masuk ke bagian interior, paling menarik adalah adanya sunroof di bagian atap Wuling Air ev. Nana menggunakan sunroord universal Webasto Hollandia L300 yang diimpor langsung dari Jepang.

“Pemasangan sunroof di Air ev ini tidak sulit ya. Jadi sebelum pasang kita ukur dulu berapa lebar dan panjangnya, kemudian potong atap, langsung dipasang, cuma sehari saja pemasangannya,” kata Nana.

Sementara itu, bagian lain di kabin seperti dasbor dan jok masih menggunakan bawaan pabrik. Nana hanya menambah sejumlah aksesori, seperti Garson grip cover, Garson steering cover, Garson pedal cover, Garson monogram logo stiker, hingga Garson pocket dust.

Untuk bagian audio, disematkan Focal auditor ASE-165S 2 way speaker, Domination Bangbass active sub 8 inci, Alpine PXE-M60-4 digital processor, Venom V-mat pro peredam pintu serta Custom box.

Seperti yang sudah disebutkan, pemilik mobil ini tidak ingin menghilangkan sisi fungsionalitas. Tabung air suspensi diletakan di bagasi dengan tataan yang begitu rapi, sehingga tidak mengganggu fungsi jok baris kedua.

Bicara soal waktu pengerjaan, Nana mengaku hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk memodifikasi Wuling Air ev bergaya stance, dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 150 juta.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/01/15/082200915/modifikasi-wuling-air-ev-tampil-elegan-pakai-sunroof

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke