Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Minat Ford Everest Bekas, Kenali Dulu Beda Mesin TDI dan TDCI

JAKARTA, KOMPAS.com - Ford Everest merupakan mobil sport utility vehicle (SUV) yang cukup digemari. Perawakan gagah dan besar, bikin mobil Amerika Serikat ini jadi pilihan menarik di bursa mobil bekas.

Ferry Bontot, pemilik bengkel spesialis Ford Auto Solution (FAS) di Cirendeu, Tangerang Selatan mengatakan, bagi yang tertarik memiliki Everest bekas kenali dulu jenis mesinnya.

Hal ini karena Ford Everest lawas memiliki dua jenis mesin yakni, TDI dan TDCI.

Secara sederhana, TDI merupakan singkatan dari Turbocharged Direct Injection biasanya dipakai oleh Everest tahun tua. 

Untuk TDCI merupakan Turbocharged Diesel Common Rail Injection merupakan teknologi baru.

"Orang tanya sama saya mau beli Everest, bandel yang TDI atau TDCI, saya bilang itu beda mesin, kalau bandel selama dia sehat semua sama-sama bandel," ujar Ferry kepada Kompas.com, belum lama ini.

Secara perawatan, Everest lama yang belum pakai common rail lebih mudah karena komponennya lebih sedikit. Tapi soal tenaga, kalah dengan mesin TDCI yang punya beberapa keunggulan.

"TDI itu masih SOHC sedangkan TDCI sudah DOHC. Cuma biaya perawatan TDCI lebih besar, karena dia sudah ada ECU dan common rail, dari segi perawatan lebih mahal tapi tenaga jauh lebih besar," ujarnya.

Edi Artanto, kepala bagian suku cadang FAS mengatakan, Everest TDI dan TDCI dapat dikategorikan dari tahun masing-masing.

"Everest TDI cenderung dari 2006 ke bawah tanpa common rail, sedangkan yang 2006 ke atas TDCI sudah common rail," ujar Edi.

Penelusuran Kompas.com di situs jual beli daring, harga Ford Everest cukup stabil. Untuk lansiran 2004 dengan kondisi bagus dijual Rp 125 juta, kemudian 2009 berkisar Rp 155 jutaan.

Sedangkan Everest tahun yang lebih muda seperti 2013, banderolnya tembus di atas Rp 200 jutaan. Adapun model 2014 sudah Rp 255 juta.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/10/31/114200715/minat-ford-everest-bekas-kenali-dulu-beda-mesin-tdi-dan-tdci

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke