Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengenal Istilah Phantom Traffic di Jalan Tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Idealnya lajur kanan pada lajur bebas hambatan atau tol hanya untuk mobil yang hendak mendahului. Jika sudah atau kendaraannya melambat, harus segera kembali ke lajur asal.

Namun, sering kali pada beberapa ruas tertentu, kita menemui pengemudi yang berada di jalur cepat alias paling kanan tapi dengan kecepatan statis.

Bahkan, saat diberikan isyarat berupa membunyikan klason dan mengedipkan lampu, si pengemudi tetap tidak mau bergeser ke lajur tengah yang lambat.

Pengemudi inilah yang disebut dengan lane hogger. Prilaku mengemudi seperti ini sangat meresahkan dan membahayakan karena berpotensi membuat terjadi insiden kecelakaan beruntun.

Di samping itu, tidak jarang juga lane hoger mengakibatkan kondisi phantom traffic, yaitu keadaan ketika lalu lintas tiba-tiba terhenti atau melambat tanpa penyebab jelas.

Dilansir dari Instagram @infia_fact, fenomena ini juga disebabkan oleh interaksi antara pengemudi kendaraan bermotor, yang menciptakan gelombang kejut dan menyebabkan lalu lintas menjadi macet atau berhenti total.

Teknologi dan strategi seperti sistem kontrol kecepatan adaptif dapat membantu mengatasi fenomena ini. Pengemudi dan pihak berwenang harus bekerja sama untuk mengurangi phantom traffic.

"Yang kedua, kebiasaan pengemudi mengisi ruang kosong tapi kecepatan dan respon nya lambat, jadi line nya stug," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (14/4/2023).

"Para pengemudi harus mempertahankan kecepatan yang konstan dan menghindari rem mendadak, guna meminimalisir phantom traffic dan menghindari risiko kecelakaan," kata Sony.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/04/15/084200615/mengenal-istilah-phantom-traffic-di-jalan-tol

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke