Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Daftar Kontaminan yang Bikin Kualitas Oli Mesin Menurun

JAKARTA, KOMPAS.com - Oli mesin merupakan komponan di mobil yang memiliki peran sebagai pelumas. Namun seiring penggunaanya, wajib diganti secara teratur karena kualitas bisa menurun.

Selain sebagai pelumas, oli mesin juga sebagai pembersih yang memiliki karakter mengangkat kotoran berupa debu, partikel yang masuk ke mesin atau pun hasil dari gaya gesek antar komponen.

Maka dari itu, cepat atau tidaknya masa pakai oli sangat tergantung dari beberapa faktor. Lantas apa saja?

Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL) Brahma Putra Mahayana mengatakan, lama masa pakai oli mesin dipengaruhi kontaminan yang ada. Semakin banyak maka kualitasnya cepat menurun.

“Kontaminan bisa berupa debu di lingkungan sekitar, secara sepintas debu yang berterbangan di udara tidak begitu berpengaruh dengan kualitas oli mesin yang ada di dalam, tapi jika dipahami secara detail, debu ini terbawa masuk ke mesin ketika proses pembakaran terjadi,” ucap Brahma kepada Kompas.com, Sabtu (8/4/2023).

Brahman mengatakan, saat mesin bekerja, maka piston akan menghisap udara masuk ke dalam ruang bakar, pada proses itu debu akan menjadi kontaminan oli mesin.

“Meski sedikit, debu yang berada di ruang bakar akan ikut tersapu bersama oli mesin yang bekerja di area dinding silinder, sehingga debu akan menjadi kontaminan oli mesin, kecil tapi berulang kali,” ucap Brahma.

Selain debu, kualitas BBM juga turut menyumbang menurunkan kualitas oli, sehingga bahan bakar yang kurang berkualitas akan membuat oli mesin cepat kotor.

“Makin tinggi kualitas bahan bakar serta diimbangi kompresi yang sesuai, maka diharapkan sisa pembakaran semakin kecil, sehingga BBM yang kualitasnya rendah akan menyebabkan oli mesin cepat kotor,” kata Brahma.

Kontaminan oli mesin juga bisa berasal dari dalam, yaitu dari partikel sisa gesekan antar komponen, yang lama kelamaan akan berkumpul bersama oli mesin.

“Gaya gesek antara komponen yang bergerak akan menghasilkan partikel kecil, itu akan tersapu bersama oli mesin saat bersirkulasi, sehingga lama-lama kualitas oli akan menurun,” ujarnya.

Tak hanya itu, faktor kelembaban udara juga bisa menyebabkan kualitas oli lebih cepat menurun. Hal ini lantaran kelembaban identik dengan air.

“Sedangkan oli mesin tidak cocok dengan air, sehingga air juga bisa menjadi kontaminan, apalagi mobil pernah menerjang banjir, itu akan meningkatkan peluang oli mesin tercampur dengan air, sehingga kualitas oli pasti menurun drastis,” ucap Brahma.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/04/09/171200115/daftar-kontaminan-yang-bikin-kualitas-oli-mesin-menurun

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke