Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Lihat Perbedaan Bus di Berbagai Daerah Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Bus masih menjadi andalan di berbagai daerah di Indonesia. Uniknya, setiap tempat punya ciri tersendiri pada bus yang digunakan, baik AKAP, AKDP,  sampai pariwisata.

Deddy Hermawan, Development Design dari Karoseri New Armada, pembuat bodi bus mengatakan, ada beberapa keunikan yang dimiliki bus dari berbagai daerah.

"Untuk perbedaan desain terkait styling, tidak ada request khusus, kecuali livery. Misal ada daerah yang lebih suka busnya pakai motif yang ekspresif, hingar-bingar, tergantung daerah dan taste PO bus masing-masing," ucapnya kepada Kompas.com, Senin (19/12/2022).

Kemudian terkait fungsi, ada permintaan khusus dari beberapa PO, mengikuti kontur dan kondisi jalan yang dilewati. Misal untuk safety, ada bus antar kota yang lewat tol, tidak banyak request soal perlindungan bodi, selama aerodinamis sudah cukup.

"Sedangkan bus antar kota yang melewati daerah hutan (banyak ranting pohon), biasanya request pengaman kaca depan atas atau full jika rutenya masih rawan pelemparan batu," kata Deddy.

Bahkan menurut Deddy, di beberapa daerah ada segmentasi bus yang ramai digunakan. Misal di Pulau Jawa, bus antar kota sampai pariwisata banyak berkembang, hal ini mengikuti infrastruktur jalan yang sangat mendukung.

"Kalau di Bali, bus pariwisata medium sepertinya lebih dibutuhkan, karena daerah tujuan di sana lebih mudah dijangkau dengan moda tersebut," ucapnya.

Kemudian untuk di Sulawesi, bus pariwisata tidak banyak berkembang, berbeda dengan bus antar kota. Lalu, penumpang di sana senang dengan bangku yang mewah, tanpa TV dan toilet, jadi kenyamanan nomor satu.

"Mungkin di daerah lain akan ada banyak perbedaan secara fungsional, tetapi tidak terlalu banyak memengaruhi desain dari bus," kata Deddy.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/12/19/154200915/lihat-perbedaan-bus-di-berbagai-daerah-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke