Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Geber Honda BR-V Jakarta-Lampung, Segini Konsumsi Bahan Bakarnya

LAMPUNG, KOMPAS.com - Kegiatan Merapah Trans-Sumatera Kompas.com akhirnya kembali berlangsung. Pada perjalanan kali ini, tim Kompas.com akan melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Aceh, melewati Jalan Tol Trans-Sumatera dan Lintas Timur Sumatera dengan Honda All New BR-V Prestige dengan Honda Sensing.

Pada bahasan kali ini, redaksi akan membahas bagaimana impresi berkendara BR-V pada etape pertama, yakni Jakarta-Lampung.

Perjalanan dimulai dari Menara Kompas pada Jumat (18/11/2022) pagi dan langsung mengarah ke Merak untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.

Ketika kami mengemudi di jalan tol, Honda BR-V memiliki performa yang sangat mencukupi untuk kebutuhan.

Mesin 1.500 cc i-Vtec empat silinder segaris yang dipakai BR-V menghasilkan 121 PS atau setara 119,3 TK di 6.600 rpm dan torsi 145 Nm di 4.300 rpm.

Tenaga dan torsi tadi disalurkan ke roda depan lewat transmisi CVT Honda. Bisa dibilang, dengan kondisi jalan yang cukup lancar, BR-V dibawa melaju dengan mudah, tenaga disalurkan dengan baik dari mesin ke roda.

Tim sampai di Pelabuhan Merak untuk menyeberang dengan menaiki kapal feri. Kebetulan, mobil kami diarahkan ke parkiran dek atas kapal, kesempatan yang pas untuk mencoba seberapa tangguh BR-V melewati tanjakan yang cukup curam dan permukaan yang agak licin (pelat besi).

Agar semakin mudah menaklukkan tanjakan tersebut, tuas transmisi dipindah dulu ke posisi L. Hal ini dilakukan agar putaran mesin dijaga agar tidak drop atau turun, jadi tenaga dan torsi tetap terisi.

Terbukti, BR-V bisa melaluinya dengan mudah, dalam kondisi mobil terisi empat orang dengan barang bawaan yang banyak di bagasi.

Setelah menyeberang kurang lebih selama 1 jam 30 menit, tim pun sampai di Pelabuhan Bakauheni dan langsung menuju pintu masuk Jalan Tol Trans-Sumatera, yakni Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). Tol Bakter punya kontur jalan yang mirip dengan Tol Cipali, yakni dominan menggunakan beton.

Hasilnya, setelah melewati beberapa kilometer, memang terasa agak bergelombang jalannya. Tetapi, suspensi dari BR-V ini bisa menangani kontur jalan tersebut dengan baik, artinya cukup stabil di kecepatan tinggi, sekitar 80 kpj sampai 100 kpj.

Perlu diketahui, kami menggunakan BBM dengan RON 92 dan tidak mengemudi dengan metode eco driving atau normal mengikuti kondisi.

Jadi ada saatnya mobil dipacu sampai 100 kpj untuk menyalip truk, dan ada juga saatnya mobil diam cukup lama dalam kondisi mesin menyala, seperti saat tunggu antrean di pelabuhan.

Setelah beristirahat di Lampung, kami akan melanjutkan perjalanan menuju Palembang.

Penasaran seperti apa dan seberapa hemat BR-V dengan rute tersebut, ikuti terus di Merapah Trans-Sumatera 2022.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/11/20/072100515/geber-honda-br-v-jakarta-lampung-segini-konsumsi-bahan-bakarnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke