Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mitos atau Fakta, Aki Wuling Almaz Mudah Tekor?

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wuling Almaz dikabarkan dibekali aki yang terlalu kecil, yaitu 45 Ah. Banyak pihak yang menyayangkan padahal Wuling Almaz punya banyak fitur canggih yang membutuhkan daya dari aki.

Seperti yang diketahui aki menjadi sumber utama penghasil listrik guna menyuplai setiap komponen elektrik padamobil.

Namun, apakah benar aki standar Wuling Almaz mudah tekor?

Service Advisor Wuling Yogyakarta Jangkung, mengatakan hal itu tidak sepenuhnya benar, pasalnya tidak sedikit aki Wuling Almaz yang awet digunakan pemiliknya.

“Tidak juga, karena kalau soal aki ini bisa dibilang untung-untungan, dia (Almaz) kan aki kering bawaan dari pabrik,” ucap Jangkung kepada Kompas.com, Minggu (30/10/2022).

Menurut Jangkung, banyak pemilik mobil Wuling Almaz yang akinya awet, jadi tidak bisa dikatakan kalau aki tersebut memang terlalu kecil.

“Sayangnya itu kan aki kering atau bebas perawatan, maka dari itu kerusakan aki ini disebabkan oleh faktor internal aki, dari dalamannya yang sudah jelek, jadi tekor,” ucap Jangkung.

Sementara itu, terpisah dari persoalan aki Wuling Almaz, Kepala Toko Shop & Drive Penggaron Suprawitno mengatakan, aki yang diganti dengan kapasitas yang lebih kecil dari ketentuan pabrik bisa membuatnya cepat tekor.

“Bisa cepat tekor kalau aki mobil diganti dengan yang lebih kecil dari ketentuan pabrik, karena biasanya pabrik menentukan kapasitas aki berdasarkan kapasitas minimalnya, jadi kalau diganti lebih kecil lagi bisa bikin masalah,” ucap Supra kepada Kompas.com, Senin (31/10/2022).

Dia mengatakan dampak penggantian aki dengan yang lebih kecil bisa beragam, tergantung seberapa banyak selisihnya.

“Kalau selisih kapasitas akinya terlalu jauh, bisa saja membuat mesin susah hidup karena motor starter tidak mendapatkan arus listrik yang sesuai kebutuhan untuk memutarkan mesin,” ucap Supra.

Selain itu, Supra juga mengatakan, bila selisih kapasitasnya masih bisa ditoleransi, biasanya akan berdampak pada jangka panjang.

“Usia aki menjadi lebih pendek, misal biasanya aki akan rusak ketika sudah 2 tahun, ini bisa menjadi hanya 1 setengah tahun,” ucap Supra.

Hal itu bisa terjadi lantaran, kerja aki terlalu berat untuk mensuplai arus pada mobil. Sehingga, lama-lama pengisian daya aki menjadi kurang optimal.

“Jika sudah demikian, aki menjadi tidak maksimal dalam menyimpan daya, ini karena sudah ada short di dalam sel aki, jadi aki menjadi cepat tekor, semenatara pengisian aki dari alternator tidak mampu mengimbanginya,” ucap Supra.

Bila aki sudah mengalami gejala tersebut, maka sewaktu-waktu akan membuat susah starter. Jadi, bisa saja Wuling Almaz memang membutuhkan aki dengan kapasitas yang lebih besar biar makin awet.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/10/31/163100515/mitos-atau-fakta-aki-wuling-almaz-mudah-tekor-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke