Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bahaya Mengantuk, Mobil Tabrak 6 Pengendara Sepeda di PIK

TANGERANG, KOMPAS.com - Satu unit mobil menabrak enam pesepeda di Jembatan Baruyungan, Pantai Indah Kapuk, Tangerang, karena pengemudi diduga mengantuk. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Budha Tzu Chi.

Disebutkan pengemudi mobil Mazda 2 warna putih itu melintas di Jalan Laksamana Yos Sudarso. Kemudian sesampainya di atas jembatan hilang kendali dan ke kiri masuk ke jalur sepeda.

Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, faktor paling besar penyebab kecelakaan di jalan raya adalah kesalahan pengemudi. Ada saja kejadian mobil menabrak benda lain karena pengemudinya mengantuk.

Menyetir sambil mengantuk sudah jelas bisa membahayakan dirinya dan orang lain. Sony mengatakan, mengantuk bisa membuat pengemudi berada di posisi setengah sadar.

“Artinya, mata tidak bisa membaca lalu lintas dengan benar dan otak sudah tidak dapat merespon situasi lingkungan,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Sony mengatakan, pengemudi yang mengantuk setengah dari pikirannya sudah berada di bawah alam sadar. Jadi tentu ketika menyetir, pengemudi tidak bisa membaca situasi lalu lintas yang ada di depannya.

“Perilakunya loss, ketika mengemudi ya hanya lurus tanpa kontrol, dan berhenti ketika sudah menabrak obyek didepan atau samping kiri kanannya,” kata Sony.

Sony menjelaskan, mengantuk sebenarnya disadari pengemudi, tapi malas beristirahat. Ada saja pengemudi yang merasa tanggung atau ingin cepat sampai tujuan padahal sudah mengantuk.

“Banyak yang bertindak menyiasati dengan ngerokok, ngobrol, ngopi, bernyanyi dan lain-lain, padahal otak sudah melemah. Cara benar menyiasati kantuk adalah harus berhenti, tidur atau lakukan refresh merangsang otot, otak dan syaraf,” ucap dia.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/10/16/144650815/bahaya-mengantuk-mobil-tabrak-6-pengendara-sepeda-di-pik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke