Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Alasan Honda Tak Bikin Lagi Motor Penerus Tiger

JAKARTA, KOMPAS.com - Motor sport pada dasarnya dibagi dua yaitu model telanjang atau naked bike dan full fairing. Keduanya punya basis penggemar tersendiri.

Saat ini di Indonesia segmen sport juga mengalami pergeseran setidaknya dari kubikasi. Kelas paling bawah biasanya diisi mesin 150cc kemudian langsung naik ke kelas 250cc.

Adapun di Indonesia dulu pabrikan masih ada yang bermain di kelas 200cc, sebut saja Honda Tiger motor naked sport yang pernah berjaya di zamannya.

Direktur Marketing Astra Honda Motor (AHM) mengatakan, model yang ditawarkan kepada konsumen saat ni sudah melewati beberapa tahapan, salah satunya ialah survei.

"Kita kembali ke survei ke kustomer, kalau sekarang sudah ada 250cc mereka akan cenderung langsung ke sana," kata Thomas yang ditemui di Bandung, Jawa Barat awal pekan ini.

"Jadi segmen sport itu butuh lebih power, (bodi) besar, jadi kita melihat kalau 200cc kita mesti pelajari, nanggung tidak, atau ada segmen khusus di sana," katanya

Jika dilihat dari perbedaan kubikasi memang tidak terlalu besar hanya 100cc, tapi kalau dilihat segi harga maka perbandingan motor sport 150cc dengan 250cc cukup jauh.

Contoh CBR150R varian paling tinggi yaitu MotoGP Edition ABS dibanderol Rp 41.080.000 adapun CBR250RR varian paling mahal yaitu SP QS Garuda X Samurai dipatok Rp 77.800.000.

"Ya dari 30-an (jutaan) jadi Rp 70 jutaan, bahkan double ibaratnya. (Segmen) hilang tidak tapi lebih baik langsung naik kelas ke 250cc," kata Thomas.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/24/170100615/alasan-honda-tak-bikin-lagi-motor-penerus-tiger

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke