Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Harga Restorasi Bahan Fabric Mobil

Stefaan Ardino, pemilik Java Seat, workshop interior spesialis retro mengatakan, tren memakai bahan fabric OEM kembali marak dilakukan karena dianggap sesuai dengan era di zamannya.

"Kalau kita lihat mobil retro dipakaikan kulit sintestis, terus dibikin model aneh-aneh seperti sofa dan lainnya. Itu sebetulnya bikin harga dan tampilan mobil turun. Maksudnya bukan harga jual tapi harga kelas mobilnya jadi turun," kata Stefaan kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

Stefaan mengatakan, bahan fabric OEM di Indonesia masih cukup banyak. Kemudian untuk pemilik mobil retro Jepang yang ingin melakukan restorasi justru lebih mudah.

"Kalau kesulitan justru lebih gampang, karena mobil retro justru lebih simpel daripada mobil sekarang," kata Stefaan.

"Bahan Jepang masih ada penimbun di sini, tapi kalau khusus untuk Mercy G Class itu impor, untuk Eropa saya cuma main 20 persen karena harganya sudah gila. Jepang masih stabil di bawah Rp 3 juta masih ada," katanya.

Stefaan mengatakan, kesulitannya paling hanya menjaga ketersediaan barang.

"Kalau bahannya habis kita mungkin PO-nya sekitar 2-3 hari. Terus juga kadang materialnya digoreng karena lagi naik daun, semuanya pakai kain lagi. Tapi untuk harga kain Jepang masih stabil, harga jualnya pun masih lebih murah dari kulit sintetis," katanya.

Stefaan mengatakan harga bahan fabric masih terjangkau ketimbang memodifikasi interior pakai bahan kulit sintetis yang kadang dianggap kurang cocok.

"Kalau untuk sedan, jok sama doortrim pakai fabric masih dapet Rp 3 juta. Sedangkan kalau dibandingkan kulit sintetis sudah Rp 4 juta," kata Stefaan.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/12/13/184100915/harga-restorasi-bahan-fabric-mobil

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke