Salin Artikel

Begini Cara agar Tidak Rugi Banyak Ketika Mobil Kecelakaan

JAKARTA, KOMPAS.com – Risiko terjadinya kecelakaan bisa dialami semua orang saat berkendara. Ketika menimpa mobil kesayangan, tak jarang insiden tersebut memaksa Anda keluar uang dalam jumlah besar.

Pasalnya, perbaikan mobil tidak murah, baik untuk kerusakan bodi maupun mesin. Belum lagi jika kita mengganti kerugian pada orang lain juga.

Financial Educator Lifepal Aulia Akbar mengatakan, asuransi kendaraan jadi jawaban untuk mewaspadai segala risiko finansial dari peristiwa kecelakaan, terserempet, atau pencurian kendaraan.

“Sederhananya, beban finansial yang harus Anda tanggung akibat kecelakaan akan ditransfer ke perusahaan asuransi,” ujar Aulia dalam keterangan tertulis (7/10/2021).

Secara garis besar, asuransi mobil dibedakan dalam dua jenis, pertama adalah total lost only (TLO) yang menanggung kerugian finansial akibat pencurian kendaraan bermotor atau kerusakan parah yang nilainya setara 75 persen dari harga mobil.

Sementara itu, asuransi mobil all risk akan menanggung segala jenis risiko yang dialami, kecuali jika ada pengecualian yang disepakati.

“Bila Anda tinggal di wilayah padat kendaraan, pilihlah all risk karena risiko akan terjadinya kerusakan kecil cukup tinggi,” kata dia.

Selain menggunakan asuransi kendaraan, sebetulnya Anda bisa menyiapkan dana darurat yang disisihkan dari penghasilan tiap bulan.

Dana darurat ini akan cukup berguna untuk menanggulangi pengeluaran-pengeluaran tak terduga terkait kepemilikan mobil. Sebut saja seperti pergantian suku cadang penting (ban, aki, dan sebagainya).

“Selain itu, dana darurat juga sangat berguna jika Anda melakukan klaim asuransi mobil,” ucap Aulia.

Untuk diketahui, asuransi mobil Anda tidak akan menanggung 100 persen biaya perbaikan yang terjadi karena risiko.

Akan ada biaya bernama Own Risk (OR) yang umumnya sebesar Rp 300.000, yang harus dibayarkan pemilik mobil saat melakukan klaim per kejadian.

“Tujuan diberlakukannya deductible atau OR adalah agar pemilik asuransi mobil tetap berhati-hati mengendarai mobil,” kata Aulia.

Setelah menyiapkan asuransi buat mobil kesayangan, rasanya tak lengkap jika Anda sendiri tidak mendapatkan proteksi langsung.

Beberapa asuransi mobil all risk umumnya memiliki manfaat berupa perlindungan kecelakaan diri. Namun, besaran santunan akan kecelakaan diri yang diberikan asuransi mobil mungkin dinilai kurang cukup.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk menambah proteksi berupa asuransi kecelakaan diri. Apalagi biaya pengobatan akibat kecelakaan juga tidak murah. Dan yang lebih parah dari itu, pengendara bisa saja mengalami cacat, hingga meninggal dunia karena peristiwa tersebut.

“Saat si pengendara menderita cacat total atau meninggal dunia, dan kebetulan dia adalah seorang pencari nafkah dalam keluarga, sudah pasti keluarga yang ditinggalkannya akan kehilangan pendapatan bulanan,” ujar Aulia.

“Oleh karena itu, si pemilik mobil yang berstatus pencari nafkah juga harus dilindungi oleh asuransi kecelakaan maupun jiwa,” tuturnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/10/08/140100815/begini-cara-agar-tidak-rugi-banyak-ketika-mobil-kecelakaan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.