Salin Artikel

Terkait Rencana Gesits Bangun Pabrik di Afrika

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor listrik asal Indonesia, Gesits, mulai dikenalkan di Senegal, Afrika, belum lama ini. Kehadirannya ikut dipromosikan oleh Duta Besar RI Dakar, Dindin Wahyudin.

Dalam kesempatan itu tak kurang 200 orang telah mengisi formulir pemesanan Gesits. Ratusan unit motor listrik asal Bogor, Jawa Barat, tersebut akan tiba di Senegal pada kuartal tiga tahun ini.

Melihat antusiasme yang cukup tinggi diharapkan ke depannya Gesits bisa membuka pabrik di Senegal. Jika terwujud, Gesits bisa menembus pasar di negara Afrika lain terutama Afrika Barat.

Menanggapi hal itu, Trihari Agus Riyanto, dari PT Wika Industri Manufaktur (WIMA) selaku manufaktur dan prinsipal Gesits, mengatakan, saat ini pihaknya belum terpikir ekspansi pabrik di luar negeri.

"Kalau di road map kami sampai lima tahun ke depan memang belum ada, yang ada bikin pabrik di Indonesia, di Bali. Kalau itu sudah jadi, mungkin di mana lagi kalau memang populasi dan permintaan masyarakatnya besar. Kalau ke luar negeri belum," kata Tri kepada Kompas.com, yang ditemui belum lama ini.

Meski begitu kata Tri, tidak ada salahnya punya cita-cita agar Gesits bisa mendunia. Salah satunya yaitu membuat pabrik di Afrika.

"Kalau ke luar negeri belum, tapi tidak ada salahnya kalau cita-cita. Kalau misalkan hanya teknisinya saja dari kita, kebetulan WIKA sudah ada di sana, tidak ada salahnya jika memang secara bisnis bagus," katanya.

Peluncuran di Senegal merupakan langkah yang bagus buat Gesits. Tapi saat ini WIMA belum memikirkan buka pabrik lain. Kalau ke depan ada rencana tersebut maka bukan hal yang mustahil.

"Kita tidak tahu juga apakah di Afrika Barat semuanya mau menggunakan motor ini. Kita lihat apakah populasi dan secara ekonominya bagus, jika ada salahnya bisnis itu diambil tapi kan ini keinginan," katanya.

"Kalau bikin (pabrik) sebetulnya tidak terlalu rumit, sebab suku cadangnya lebih sedikit dibanding motor bakar. Tapi selalu kita bicara berapa serapannya gitu kan. Kalau saya buat dengan kapasitas saat ini bisa tidak diserap di situ," katanya.

Tri tidak ingin berandai-andai Gesits langsung menguasai pasar di Senegal atau negara-negara lain di Afrika Barat. Sebab yang paling penting saat ini ialah penetrasi pasar.

"Makanya kita belum tahu pasar di sana, siapa tahu ketok tularnya dari satu negara ke negara lain di kawasan Afrika Barat ke Afrika Utara. Bisa juga (karena) WIKA sudah ada di Aljazair, nanti supaya lebih baik di mana," katanya.

"Kalau misalkan dari segi ekonomi harus buka pabrik di sana tidak ada salahnya, tapi kalau tidak kita ekspor saja dari sini, lebih efisien, kami sudah siap dengan rencana kami, sebab pasar di Indonesia juga cukup banyak," kata Tri.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/06/17/120200615/terkait-rencana-gesits-bangun-pabrik-di-afrika

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.