Salin Artikel

Mitsubishi, Nissan, dan Suzuki Mulai Setop Pabrik karena Krisis Cip

JAKARTA, KOMPAS.com – Krisis cip semikonduktor telah memaksa sejumlah pabrikan global untuk menghentikan sementara produksi lantaran kurangnya pasokan.

Dilansir dari Reuters, pabrik milik Nissan Motor dan Suzuki Motor harus tutup sementara pada Juni mendatang karena alasan tersebut.

Nissan dikabarkan bakal menghentikan pabrik di Kyushu, Jepang Selatan, selama tiga hari pada 24, 25 dan 28 Juni.

Di samping itu, Nissan juga akan menutup pabriknya di Meksiko. Nissan sendiri menolak untuk menjelaskan secara detail alasan penutupan pabrik.

“Kekurangan semikonduktor global telah mempengaruhi pengadaan suku cadang di sektor otomotif,” ucap juru bicara Nissan, dikutip dari Reuters (22/5/2021).

“Karena kekurangan tersebut, Nissan menyesuaikan produksi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan pemulihan,” kata dia.

Kemudian, Suzuki juga terpaksa menutup tiga pabrik di prefektur Shizuoka selama kurang lebih sembilan hari.

Juru bicara Suzuki menjelaskan, mereka bersama produsen suku cadang masih melakukan penyesuaian untuk meminimalisir dampak kekurangan cip.

Selain kedua pabrikan tersebut, dalam laporan yang sama, Mitsubishi Motors juga bakal mengurangi produksi sebanyak 30.000 kendaraan pada Juni mendatang di lima pabrik di Jepang, Thailand, dan Indonesia.

Sebelumnya, Toyota lebih dulu mengumumkan rencana penutupan dua pabrik di Jepang. Keputusan ini berdampak pada berkurangnya 20.000 unit mobil, khususnya untuk model C-HR, Yaris, dan Yaris Cross.

Sebagai salah satu pabrikan otomotif terbesar, Toyota rupanya tidak kebal dari efek kekurangan cip. Mulai 7 Juni mendatang, Toyota bakal menutup tiga jalur produksi di dua pabrik di Jepang.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/05/23/092100015/mitsubishi-nissan-dan-suzuki-mulai-setop-pabrik-karena-krisis-cip

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.