Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Plus Minus Tekanan Udara Kurang dan Berlebih pada Ban Truk

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak kasus kecelakaan pada truk dan bus terjadi karena masalah sepele. Biasanya para sopir kendaraan niaga lalai memeriksa kondisi ban sebelum memulai perjalanan.

Dengan mobilitas yang tinggi dan muatan berlebih, sedikit saja ban mengalami kekurangan udara, dapat menyebabkan pecah ban sewaktu-waktu.

Ahmad Juweni, National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT Hankook Tire Sales Indonesia, mengatakan, untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan keamanan serta kenyamanan berkendara, pengusaha perlu memberi perhatian lebih dalam memilih ban.

“Pemilihan ban yang sesuai dengan kebutuhan operasional, didukung pemakaian serta perawatan yang baik akan memaksimalkan kinerja ban, sehingga dapat membantu menekan biaya operasional,” ujar Ahmad, dalam keterangan resmi (5/4/2021).

Oleh sebab itu, salah satu cara menjaga keawetan ban dan keselamatan berkendara adalah dengan menjaga tekanan angin.

Ahmad mengatakan, ban yang kekurangan tekanan angin atau under inflation dapat menyebabkan aus yang tidak merata, kerusakan separation (kembung), boros bahan bakar, hingga ban pecah.

Sebaliknya, ban yang mengalami kelebihan tekanan angin dapat mengurangi traksi, aus yang tidak wajar pada bagian tengah telapak ban, serta rawan terhadap pecah karena benturan.

Setiap ban memiliki standar maksimal tekanan angin yang perlu diisi, begitupun standar maksimal beban yang mampu ditopang.

Sebaiknya, pengendara menggunakan ban sesuai dengan standar-standar tersebut agar ban bisa berfungsi optimal dan menghindari risiko kecelakaan.

“Namun kenyataannya, sebagian besar kendaraan mengangkut beban yang melebihi standar. Jika sewaktu-waktu Anda dihadapkan pada situasi ini, maka sebagai antisipasi sementara, tekanan angin harus ditambah dan kecepatan kendaraan harus dikurangi,” ucap Ahmad.

Menurutnya, jika kendaraan niaga kerap membawa muatan yang banyak, pengusaha perlu mempertimbangkan untuk mengganti ban dengan kapasitas standar beban dan tekanan angin yang lebih tinggi.

“Memang perlu evaluasi manajemen kendaraan secara berkala untuk menghitung adanya perubahan kebutuhan operasional secara jangka panjang,” kata Ahmad.

“Guna membantu pengusaha angkutan menghemat bannya, Hankook menyediakan layanan gratis untuk menentukan tekanan angin yang sesuai.” tuturnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/04/06/201100115/plus-minus-tekanan-udara-kurang-dan-berlebih-pada-ban-truk

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke