Salin Artikel

Minat Skutik Bekas PCX 150 Lokal, Siapkan Rp 20 Jutaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda PCX sudah lama dipasarkan di Indonesia, yakni sejak 2010. Hingga sekarang, skuter matik (skutik) premium ini memiliki harga jual kembali yang cukup stabil.

PCX pertama meluncur pada 2010, tapi saat itu statusnya masih diimpor secara utuh atau completely built up (CBU) dari Thailand. Kapasitas mesinnya pun masih 125 cc.

Baru di tahun 2018, PT Astra Honda Motor (AHM) memproduksinya secara lokal dan kapasitas mesinnya sudah 150 cc.

Dengan begitu, harga PCX tidak setinggi generasi sebelumnya. Tapi, skutik ini tidak banyak ada di pasar motor bekas.

Ebun dari H. Ebun Motor, di bilangan Sukmajaya, Depok, mengatakan, dari beberapa model skutik Honda, PCX 150 barangnya sedikit tapi peminatnya banyak.

"PCX jarang sekali ada yang jual bekasnya. Sekalinya ada, paling hanya satu atau dua unit. Masih lebih banyak BeAT, Scoopy, atau Vario," katanya kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Diambil dari berbagai sumber, PCX 150 versi lokal atau produksi 2018, banyak dijual di kisaran Rp 22 jutaan hingga Rp 24 jutaan.

Endang Samsudin, pemilik diler motor bekas Iwan Motor di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur, mengatakan, harga PCX 150 bekas sebetulnya tergantung kondisi.

“Rata-rata mulai Rp 22 jutaan untuk yang kondisi normal, kalau yang masih bagus dari Rp 24 jutaan, masih bisa nego,” kata Endang, kepada Kompas.com, belum lama ini.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/02/08/141100115/minat-skutik-bekas-pcx-150-lokal-siapkan-rp-20-jutaan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.