Salin Artikel

Beli Motor NOS, Awas Bannya Kedaluwarsa

JAKARTA, KOMPAS.com – Membeli motor lawas dengan kondisi standar, bahkan masih nol kilometer biasa disebut dengan New Old Stock (NOS). Akhir-akhir ini, mulai muncul penjualan motor NOS dengan harga yang fantastis.

Nah bagi pembeli motor NOS ini, sebaiknya memerhatikan kondisi bannya terlebih dahulu sebelum digunakan. Karena motor yang lama disimpan, apalagi masih menggunakan ban yang sama sejak awal produksi bisa merepotkan saat digunakan.

Technical Service & Development Department Head ban FDR, Jimmy Handoyo mengatakan, tergantung dari usia motor tersebut, semakin tua bannya, kondisinya pasti lebih tidak aman untuk digunakan.

“Semakin lama kondisi ban, pasti makin getas karena sifat karet yang seperti itu. Apalagi kalau ban sudah retak-retak, pastinya tidak safety lagi kalau dipakai,” ucap Jimmy kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2020).

Jimmy juga mengatakan, kondisi ban ini akan menyesuaikan bagaimana motor tersebut disimpan. Kalau motor sering terkena sinar matahari, maka ban akan lebih cepat getas dan keras.

“Ban yang sudah getas dan keras cenderung licin, mudah retak apabila terkena benturan di jalan yang tidak rata dan gampang bocor,” kata Jimmy.

Jadi kalau bertujuan menggunakan motor NOS dipakai harian, Jimmy menyarankan agar mengganti bannya dengan yang baru. Namun jika hanya sebagai pajangan dan disimpan dalam waktu lama, nampaknya tidak masalah dengan ban yang lama.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/08/28/201100815/beli-motor-nos-awas-bannya-kedaluwarsa

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.