Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sering Bermain Gim Simulator, Lantas Bisa Jago Menyetir?

JAKARTA, KOMPAS.com - Belajar mengemudikan kendaraan kini tidak hanya bisa dilakukan di dunia nyata, namun juga bisa dilakukan di dunia maya, lewat gim simulator. Permainan digital ini mudah diunduh oleh pengguna baik pada perangkat ponsel maupun komputer.

Pengguna gim simulator mengemudi dapat mengendalikan mobil secara realistik, baik dengan menggunakan virtual gamepad. Bisa juga dengan imitasi setir kemudi mobil, hingga menyajikan tuas perseneling, pedal gas, rem, kopling, sampai pergerakan di kursi kemudi, terasa nyata.

Terkait hal ini, Training Direction The Real Driving Center, Marcell Kurniawan, mengatakan, game simulator sebenarnya cukup berguna untuk pengenalan instrumen pada kendaraan dan melatih kemampuan dasar sebelum belajar di jalan raya.

“Hanya kemampuan spasial dasarnya saja. Misal, seperti imajinasi spasialnya akan terlatih sehingga lebih mudah saat nanti parkir atau mengemudi sesungguhnya," kata Marcell saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/04/2020).

Menurut Marcell, cara terbaik meningkatkan kemampuan dan ketrampilan berkendara adalah dengan pelatihan nyata di jalan didampingi instruktur bersertifikasi. Situasi jalan yang jamak, sulit diintepretasikan melalui gim simulator. 

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, ikut angkat bicara. Menurutnya, untuk berkendara di dunia nyata kondisinya sangat berbeda dengan game.

Jadi, sering bermain game simulator tidak menentukan keterampilan mengemudi motor atau mobil di jalan.

“Mengendarai motor atau mobil itu bukan hanya soal skill, tetapi pola pikir dan empati. Mungkin memang dengan bermain gim simulator bisa sedikit menambah kemampuan dasar berkendara, tapi bukan berarti sudah ‘lulus’ untuk dapat berkendara di jalan umum,” ujar Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurut Jusri, gim hanya mengasah kemampuan dasar berkendara dan cukup penting untuk syarat mendapat Surat Izin Mengemudi (SIM). Tetapi, tidak ada pengajaran tentang kebiasaan berkendara di jalan.

“Kemampuan dasar mengemudi itu wajib dimiliki untuk mendapatkan SIM. Namun, pematangan soal berkendara juga tidak kalah pentingnya, terkait safety dan defensive driving. Itulah salah satu alasan SIM memiliki batasan usia, terkait kematangan sikap,” kata Jusri.

Jusri menegaskan, berkendara dalam gim dengan dunia nyata berbeda di mana lebih kompleks. Tidak bisa orang sudah terampil berkendara di gim lalu sudah pasti hebat ketika menyetir mobil atau motor di jalan umum.

Komentar serupa juga diungkapkan oleh Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana. Ia mengatakan, bermain gim simulator menggunakan ponsel tidak akan berpengaruh apapun terhadap kemampuan mengemudi.

“Kalau gim simulatornya sesuai dengan kondisi kendaraan yang sebenarnya seperti ada pedal gas, rem, dan setir, bisa melatih deepening of reference kendaraan terhadap lingkungan, sehingga bisa membangun driving attitude dan kewaspadaan,” ujar Sony ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (19/04/2020)

Sony melanjutkan, “Tetapi kalau simulatornya hanya menggunakan ponsel atau joystick, tidak akan berpengaruh sama sekali. Dalam mengemudi itu yang terpenting bagaimana pengemudi mampu memutar setir, menginjak pedal, dan pindah kopling sesuai dengan waktunya. Sehingga didapatkan posisi kendaraan sesuai dengan harapan,”

https://otomotif.kompas.com/read/2020/04/20/082200315/sering-bermain-gim-simulator-lantas-bisa-jago-menyetir-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke