Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

"Setelan Pas" Daihatsu buat Calya dan Sigra

Kompas.com - 28/06/2016, 13:33 WIB
Febri Ardani Saragih

Penulis

Jakarta, KompasOtomotif — Bila diamati, Daihatsu di Indonesia selalu bergerak rasional. Sebagian besar produk yang dijual selalu diusahakan dirakit secara lokal dengan rencana volume produksi yang masuk hitungan masuk akal. Langkah ini bukan hanya untuk menghidupi Daihatsu, melainkan juga Toyota.

Mobil kembar pertama dari keduanya yang dijual di Indonesia adalah Daihatsu Charmant dan Toyota Corolla. Model-model itu sudah diproduksi secara lokal tetapi bukan hasil kolaborasi langsung Daihatsu dan Toyota di Indonesia.

Baru pada 2004, kerja sama keduanya menghasilkan Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza, kemudian pada 2007 diikuti Daihatsu Terios –Toyota Rush serta Daihatsu Gran Max–Toyota Town Ace/Lite Ace, dan lantas pada 2013 Daihatsu Ayla-Toyota Agya lahir.

Baca juga: TNI Sebut Prajurit AL yang Diduga Bunuh Jurnalis di Banjarbaru Tak Keluar Satuan sejak 17 Maret

Sebentar lagi kerja sama berlanjut ke model kelima, Daihatsu Sigra dan Toyota Calya. Informasi soal rencana Daihatsu-Toyota menambah produk di segmen low cost green car (LCGC) setelah Ayla-Agya sebenarnya sudah lama terdeteksi. Namun, setelah foto penampakan MPV 7-penumpang Calya bocor, barulah semuanya semakin jelas.

Belum ada satu pun dari pihak Astra Daihatsu Motor (ADM) ataupun Toyota Astra Motor yang mau membicarakan model itu tanpa perlu ditutupi identitasnya. Saat KompasOtomotif bertemu Rudy Ardiman, Division Head Corporate Planning ADM, dia juga selalu mengelak ketika ditanya tentang produk, tetapi mau membahas pasar MPV 7-penumpang kelas LCGC.

"Pasar LCGC 7-seater? Kemungkinan ada segmen itu, kami belum tahu. Namun, kalau ada model baru, pasti akan memperkaya pasar, kemungkinan berkembang," kata Rudy.

Baca juga: Idul Fitri 2025 Tanggal Berapa? Ini Kata Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Rudy bilang, ADM selalu memilih bermain di pasar besar, misalnya seperti yang selama ini sudah dilakukan pada low MPV dan LCGC. Secara implisit, Rudy menjelaskan, bila ADM memutuskan mau meluncurkan produk baru, kendaraan tersebut jelas harus dirakit secara lokal dan wajib laku karena segmen yang diincar pasti "kue" besar.

Atas alasan itulah, Daihatsu sekarang tidak punya produk sedan. Selain itu, hanya Sirion dan Copen yang merupakan produk impor. Hitung-hitungan produksi lokal bukan cuma harus laku berapa, tetapi juga memperkirakan investasi dan pada akhirnya menetapkan harga jual.

"Produk-produk kami fit di Indonesia. Jadi, kami buat untuk Indonesia. Kalau ekspornya, ya nanti visibilitasnya seperti apa. Perkiraan kami, waktu mengeluarkan produk pasti punya volume tertentu. Makanya kami 'market in' Indonesia," ucap Rudy.

"Daihatsu tidak jual barang murah, tetapi pas. 'Setel pas' itu yang sulit," katanya lagi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau