JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak masyarakat masih khawatir dengan keamanan kendaraan listrik saat menghadapi banjir.
Namun, menurut Mahaendra Gofar, Sustainable Mobility Expert, mobil listrik justru lebih aman dibanding mobil berbahan bakar konvensional.
Hal ini karena sistem kelistrikannya telah dirancang dengan perlindungan khusus untuk menghadapi kondisi ekstrem, termasuk saat terendam air.
Baca juga: Ragam Promo dan Kegiatan Menarik dari Produsen Oli di IIMS 2025
"Mobil listrik umumnya memiliki sertifikasi IP67, yang berarti komponen kelistrikannya tahan terhadap debu total dan dapat bertahan dalam air setinggi satu meter selama 30 menit tanpa mengalami kebocoran," ujar Gofar saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025).
Menurutnya, kendaraan listrik lebih aman saat banjir karena tidak memiliki knalpot, sehingga tidak ada risiko air masuk ke dalam sistem pembakaran seperti pada mobil berbahan bakar bensin atau diesel.
Selain itu, kabel-kabel kelistrikan pada mobil listrik telah dirancang lebih terlindungi dibandingkan kendaraan konvensional.
Baca juga: Dokter di China Keliru Cabut Gigi dan Memasukkannya Kembali secara Paksa
"Sebagian besar kendaraan listrik juga telah menjalani uji , yaitu pengujian ketahanan dalam air dengan ketinggian yang bervariasi tergantung spesifikasinya. Ini memastikan mobil tetap aman meski melewati genangan air," ujarnya.
Gofar mencontohkan peristiwa banjir di Dubai yang memperlihatkan sebuah Porsche Taycan tetap berfungsi meskipun air sudah mencapai kap mesinnya.
Hal ini menunjukkan bahwa baterai mobil listrik telah dirancang kedap air, sehingga tidak langsung bermasalah jika terendam, selama dalam kondisi tidak aktif.
"Memang bagian interior bisa terkena air, tetapi sistem penggerak dan baterainya tetap aman karena sudah dibuat kedap air. Jadi, tidak perlu khawatir saat mencuci mobil listrik, menggunakannya saat hujan, atau bahkan saat menghadapi banjir," katanya.
Menurut Gofar, kekhawatiran masyarakat tentang listrik dan air berasal dari pemahaman dasar bahwa listrik tidak boleh bersentuhan dengan air. Padahal, teknologi kendaraan listrik sudah didesain dengan perlindungan ketat untuk mencegah risiko tersebut.
Baca juga: Bahas Fitur Hyundai Bluelink di New Creta Prime di IIMS 2025
"Bahkan ada beberapa kendaraan listrik yang dirancang mampu mengapung dan bergerak di air. Ini menunjukkan bagaimana teknologi EV terus berkembang untuk menghadapi berbagai kondisi ekstrem," kata Gofar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Otomotif
Brandzview
Otomotif
Prov
Hype
Tren
Brandzview
Prov
Prov
Tren
Hype
Bola
Regional
Hype