Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Orang Mengaku dari Samsat Tarik Motor dengan Kekerasan di Yogyakarta

Kompas.com - 04/05/2023, 07:02 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Video yang menunjukkan dua orang yang mengaku dari Samsat dan hendak meminta sepeda motor dari pengendara di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) viral di media sosial.

Pasalnya, kedua orang tersebut tidak menujukkan identitas maupun memakai atribut resmi dari petugas Samsat di sekitar. Kemudian langsung menghampiri korban untuk meminta menyerahkan kendaraannya karena ditarik leasing.

"Saya tak punya masalah sama pengkreditan motor karena beli cash di tahun 2015. Mungkin karena plat saya luar Jogja, makanya diincer," kata unggahan video itu yang disebarkan melalui TikTok @mumunzuzuzu.

Baca juga: Lorenzo Sarankan Marquez Terima Tawaran dari Ducati

Unggahan serupa juga disebarkan di media sosial Twitter @merapi_uncover dengan cuplikan dan keterangan yang sama.

Pada video itu terlihat dua orang berboncengan sepeda motor mendatangi korban saat berhenti di lampu merah Simpang Empat Condongcatur

Kemudian, terlihat di video berikutnya, dua orang tersebut mengendarai sepeda motor berada di depan korban.

Keduanya terlihat mengarahkan korban berbelok arah dengan melambaikan tangan. Namun, korban yang berada di belakang menolak mengikuti.

Tampak, kedua orang tersebut kembali mendatangi korban dan seolah-olah merekam wajah dan pelat nomor korban. Ketika hendak pergi, pelaku lantas memukul ponsel yang tengah merekam aksinya.

Baca juga: Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP AKR

"Tolong cepet ditangani pak, mereka sudah main pukul terhadap wanita, saya takut mereka makin menjadi-jadi dan ada korban selanjutnya," tulis keterangan video itu lagi.

Menanggapi peristiwa ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra memastikan pihaknya sudah mengetahuinya.

"Untuk kasus tersebut sudah kami monitor. Sampai saat ini, terkait peristiwa tesebut belum ada LP (laporan polisi) yang masuk," ujar Nuredy, pada Rabu (3/5/2023).

Meski belum ada laporan polisi, Nuredy menyampaikan akan menangani peristiwa tersebut. Saat ini, pihaknya sedang berupaya mencari tahu korban dan pelaku di video tersebut.

Ia pun meminta agar masyarakat yang mengalami kekerasan ataupun ancaman kekerasan agar melapor ke kantor polisi terdekat.

Baca juga: Nissan Indonesia Umumkan Recall buat 7 Model, Ini Daftarnya

"Jika ada masyarakat yang mengalami kekerasan ataupun ancaman kekerasan, silahkan segera lapor ke Polda DIY ataupun kantor polisi terdekat. Nanti akan kami tindak lanjuti dengan segera agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjadi efek jera," pungkas dia.

Adapun dari pihak Samsat sendiri, sampai berita ini diterbitkan belum memberi pernyataan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
sepertinya ini sih begal motor yang menyaru sebagai debt collector. sekarang sudah tidak boleh tarik motor di jalan. harus ada surat dari pengadilan dan dilakukan di alamat penunggak. untung sudah jaman hp berkamera dan bisa upload di media sosial, jadi gampang tangkap penjahatnya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau