Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selain GPS, "Videotron" di Belakang Mobil Juga Berbahaya

Kompas.com - 04/02/2019, 08:22 WIB
Stanly Ravel,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan alasan menggangu konsentrasi, penggunaan aplikasi GPS pada ponsel saat berkendara bisa ditilang oleh polisi. Namun bicara soal menggangu konsentrasi berkendara, ternyata bukan hanya GPS saja yang harus diperhatikan.

Menurut Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, saat ini ada banyak faktor di jalan raya yang bisa menyebabkan hilangnya kewaspadaan pengendara. Salah satunya seperti tren pemasangan videotron atau media luar ruang untuk iklan berjalan di kaca mobil bagian belakang.

"Kalau GPS dianggap berbahaya, bagaimana dengan mobil yang saat ini banyak dipasangi iklan berupa monitor. Tanpa disadari, efek iklan dengan sajian grafis dan gambar-gambar bergerak bisa memberikan distraction bagi pengendara di belakang atau yang memperhatikan. Efeknya menggangu konsentrasi berkendara juga," ucap Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Larangan Pakai GPS Saat Berkendara, Perlu Ada Pengembangan Regulasi

Bukan hanya dari gambar yang disajikan pada monitor, menurut Jusri cahaya yang keluar dari videotron tersebut juga sangat menggangu karena. Terlebih saat situasi gelap atau ketika malam hari. Pengendara di belakang bisa saja terganggu karena silaunya cahaya dari monitor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Sebelum ada videotron berjalan yang dipasang di mobil, beberapa iklan videotron besar yang ada di jalan raya juga sudah dianggap menggangu karena memiliki intensitas cahaya yang tinggi dan menyilaukan. Sayang, sampai saat ini tidak ada tindakan dari aparat terkait, padahal memiliki efek yang juga berbahaya.

"Setahu saya sampai saat ini tidak ada upaya teguran atau membuat aturan dari instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai video yang dipakai iklan di mobil. Padahal kalau bicara dari sudut pandang safety, yah lebih membahayakan dari GPS, karena otomatis akan dipandang terus kalau mobil itu (yang memakain videotron) ada di depan kita" kata Jusri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
sepertinya penulis belum tau aja kenapa belum di tindak lanjuti itu, karena anda tinggal di indonesia kalo sesuatu itu belum viral atau belum menelan korban jiwa tidak perlu di pusingkan tunggu dulu saja nanti ya nanti sekarang yang penting profit untuk pihak-pihak tertentu, kamus nya bergitu.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Trump Umumkan Tarif Impor Baru, China Menolak dan Siap Balas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau