Lexus Sematkan Mesin “Turbo Khusus” di LS 500 - Kompas.com

Lexus Sematkan Mesin “Turbo Khusus” di LS 500

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 12/08/2017, 12:42 WIB
Lexus LS 500 menggunakan mesin baru, Kamis (10/8/2017).Ghulam/KompasOtomotif Lexus LS 500 menggunakan mesin baru, Kamis (10/8/2017).

Tangerang, KompasOtomotif – Menggantikan model sebelumnya LS 460 yang berjaya di 2006, Lexus kali ini menghadirkan LS 500 yang menyandang julukan New Generation of Lexus Flagship. Beberapa keunggulan diklaim disematkan pada model baru ini, salah satunya soal permesinan.

Adrian Tirtadjaja, General Manager Lexus Indonesia mengatakan, kalau Lexus perlu menggelontorkan inventasi besar untuk mengembangkan mesin turbo baru. Tidak heran juga kalau Lexus butuh 11 tahun meluncurkan LS 500, sejak model sebelumnya LS 460.

“Dari sisi mesin, mobil ini diciptakan dengan menggendong engine baru. Lexus menghabiskan biaya yang begitu banyak, dan butuh waktu lama untuk mengembangkan turbo engine 3.5L,” ujar Adrian, Kamis (10/8/2017).

“Dibanding dengan jajaran model Lexus lainnya, kami harus menyempurnakan semua turbo yang ada, sampai pada akhirnya ini bsia disebut sebagai turbo engine terbaik di dunia. Pasalnya mesin turbo ini tidak ada turbo lag sama sekali,” tutur Adrian.

Pasalnya, kata Adrian, di semua mesin turbo pasti ada kelemahan di lag-nya. Singkatnya, lag merupakan keadaan di mana respon throttle mengalami perlambatan percepatan, dibanding dengan mesin naturally aspirated.

“Dengan mesin baru tersebut, kompensasinya adalah kami harus membuat engine sendiri in-house di dalam pabrik kami, dengan investasi yang sangat besar. Biasanya kalau pabrikan atau merek lain pengadaan turbo-nya outsource, tapi kami tidak untuk produk ini,” ujar Adrian.

Mesin bensin Lexus LS 500 3.5 L V6 Turbocharged, yang dipadukan dengan transmisi 10 percepatan otomatis, menghasilkan tenaga 415tk dengan torsi 600 Nm. Sedangkan untuk mesin hybrid terbaru, dapat mengeluarkan tenaga ampai 356tk dengan torsi 350 Nm.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar