Sudah Tahu Fungsi Tuas ini di Kaca Spion? - Kompas.com

Sudah Tahu Fungsi Tuas ini di Kaca Spion?

Stanly Ravel
Kompas.com - 17/07/2017, 10:42 WIB
Tuas kaca spion punya fungsi penting sebagai penangkal sinarStanly/KompasOtomotif Tuas kaca spion punya fungsi penting sebagai penangkal sinar

Jakarta, KompasOtomotif - Silau karena sinar lampu ketika berkendara malam hari memang menjengkelkan, apalagi arah sinarnya datang dari mobil yang ada di belakang. Entah karena struktur medan yang berbeda, atau justru karena pengendara belakang memasang lampu jauh alias high beam.

Saat sinar lampu terkena spion tengah, imbasnya membuat kabin menjadi terang, pantulan cahaya dari kaca spion pun seketika menyilaukan mata pengendara.

Baca : Salah Kaprah soal Lampu Menggangu, Tapi "Pede"

Untuk menghindari hal ini sebenarnya sangat mudah, yakni cukup dengan menurunkan tuas kecil pada bagian bawah spion tengah yang umumnya sudah menjadi fitur standar pada beberapa mobil baru saat ini.

"Fiturnya terlihat sepele tapi punya peran penting, ini juga masih banyak yang belum paham fungsi sebenarnya. Kebanyakan menganggap cuma sekadar untuk meyetel spion saja, padahal berguna untuk membiaskan sinar lampu yang berlebihan dari kendaraan di belakang," kata Iwan Abdurahman, General Repair Service Manager Toyota Astra Motor (TAM) saat dihubungi KompasOtomotif, Kamis (13/7/2017).

fungsi spion tengah pada kabins515i.com fungsi spion tengah pada kabin

Menurut Iwan, tuas tersebut memiliki fungsi mengubah posisi bidang pandang pantulan tanpa mengurangi fungsinya untuk melihat ke belakang. Tuas tersebut juga biasa dianggap sebagai tuas siang-malam.

Dalam kondisi normal dengan poisisi ke atas biasanya digunakan untuk siang hari. Sedangkan untuk malam hari, cukup menekannya ke bawah.

Dengan turunnya tuas, sinar cahaya dari lampu kendaraan di belakang bisa diredam. Pantulan cahaya tidak langsung mengenai kaca, namun dibiaskan lebih dulu dari kaca belakang baru diteruskan ke kaca spion, sehingga intensitas cahaya yang diterima mata lebih rendah.

PenulisStanly Ravel
EditorAgung Kurniawan
Komentar