Mikrobus Kayu, Secuil Sejarah dari Pangkalpinang - Kompas.com

Mikrobus Kayu, Secuil Sejarah dari Pangkalpinang

Aditya Maulana
Kompas.com - 30/03/2017, 18:23 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Oto Pownis, yang merupakan sarana transportasi penghubung daerah Pangkalpindang dan Sungailiat, dipamerkan pada pameran Indonesia Classic & Unique Bus di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/3/2017). Seiring dengan masuknya mobil-mobil penumpang minibus seperti L300, kendaraan ini tersisih, sampai 2012 menyisakan tujuh unit dari 50-an, lalu berangsur hilang.

Jakarta, KompasOtomotif - Ajang Indonesia Classic and Unique Bus (Icubus) bisa membawa Anda kembali mengenang masa jaya kendaraan umum di Indonesia. Terdapat delapan bus klasik dan unik yang dipamerkan di Hall B JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat hingga 1 April 2017.

Salah satunya, Oto Pownis yang merupakan sarana transportasi penghubung antara Pangkalpinang dan Sungailiat (Pinkong-Liatkong) di Bangka, Sumatera. Kendaraan itu dibuat berbentuk mikrobus oleh tukang di Pulau Bangka menggunakan mesin dari Mitsubishi, Daihatsu, dan GMC.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Oto Pownis, yang merupakan sarana transportasi penghubung daerah Pangkalpindang dan Sungailiat, dipamerkan pada pameran Indonesia Classic & Unique Bus di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/3/2017). Seiring dengan masuknya mobil-mobil penumpang minibus seperti L300, kendaraan ini tersisih, sampai 2012 menyisakan tujuh unit dari 50-an, lalu berangsur hilang.
Baca: Bus-bus Ini Siap Membawa Anda ke Masa Lalu

Bahan bakarnya solar dan bensin, dan paling menarik dibuat dari kayu, mulai dari bodi, tempat duduk, pintu, hingga jendela. Umumnya, jenis kayu yang paling baik digunakan adalah Ubak.

Pada era 1970, 1980, dan 1990 bus ini beroperasi sekitar 53 unit. Selain penumpang, digunakan juga untuk mengangkut barang, dan menaik-turunkan penumpang di terminal atau di tempat tujuannya.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Oto Pownis, yang merupakan sarana transportasi penghubung daerah Pangkalpindang dan Sungailiat, dipamerkan pada pameran Indonesia Classic & Unique Bus di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/3/2017). Seiring dengan masuknya mobil-mobil penumpang minibus seperti L300, kendaraan ini tersisih, sampai 2012 menyisakan tujuh unit dari 50-an, lalu berangsur hilang.

Tersisih
Seiring masuknya mobil penumpang ukuran minibus seperti L300, bus ini pun berangsur tersisihkan, sampai 2012 hanya beroperasi sekitar 7 unit. Namun, April 2016 Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang memperkenalkan, serta mempergunakan mobil itu untuk kegiatan city tour di Pangkalpinang Travel Mart 2.

"Sekarang hanya ada dua unit, dan hanya dijadikan sebagai kendaraan city tour di tempat pariwisata kami. Kapasitas penumpangnya hanya 20 orang, dan setiap hari mampu mengangkut lebih dari 100 orang," ujar Akhmad Elvian, Kepala Dinas Pariwisata Pangkal Pinang saat ditemui di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Oto Pownis, yang merupakan sarana transportasi penghubung daerah Pangkalpindang dan Sungailiat, dipamerkan pada pameran Indonesia Classic & Unique Bus di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/3/2017). Seiring dengan masuknya mobil-mobil penumpang minibus seperti L300, kendaraan ini tersisih, sampai 2012 menyisakan tujuh unit dari 50-an, lalu berangsur hilang.

Kata Akhmad, pihaknya ingin membangkitkan memori kolektif masyarakat Indonesia, khususnya Bangka ke masa lalu. Anda yang tertarik untuk melihatnya, bisa datang langsung ke JIExpo, Kemayoran hingga akhir pekan nanti.

PenulisAditya Maulana
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM