Jumat, 19 September 2014

Otomotif


Tertangkap Hendak Tawuran, Pelajar Digunduli

Penulis: Alfiyyatur Rohmah | Kamis, 27 September 2012 | 19:24 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : Alfiyyatur Rohmah

Siswa SMK sedang digunduli pihak kepolisian karena tertangkapp ingin melakukan aksi tawuran pada Kamis (27/9/2012). Sebanyak 21 siswa diamankan Polsek Cengkareng.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Jakarta Barat mencegah tawuran pelajar di Jalan Daan Mogot, dekat Cengkareng Drain pada pukul 14.00 siang tadi. Puluhan siswa terlihat bersiap-siap untuk melakukan penyerangan.

"Sebanyak 26 orang siswa menggunakan seragam sekolah telah kita amankan," kata Kapolsek Cengkareng Kompol Rudy Reinewald kepada Kompas.com, Kamis (27/9/2012).

Rudy mengungkapkan, pelajar tersebut belum sempat melakukan aksi tawuran. Mereka tertangkap tangan membawa senjata tajam yang langsung disimpan ketika melihat petugas polisi.

Dari hasil pengamanan, polisi berhasil menyita celurit, pedang samurai, senjata tajam 50 cm, kelewang, dan arit.

"Mereka memang berniat melakukan aksi tawuran, terbukti dengan senjata tajam yang mereka bawa," kata Rudy.

Menurutnya, 26 pelajar akan didata dan diberikan pengarahan di polsek Cengkareng. Sebanyak 19 pelajar berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gautama, Halim; satu orang dari SMK Eka Sakti, satu orang pelajar Insan Global, dan 5 orang lainnya belum diketahui asal sekolah.

Rudy mengungkapkan, pelajar tersebut yang berniat melakukan aksi tawuran akan ditahan 1x24 jam dan digunduli oleh pihak kepolisian. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelajar yang nakal.

Tawuran di Jakarta Barat memang kerap terjadi dan seolah terjadwalkan setiap Kamis. Lokasi yang sering terjadi tawuran pelajar di wilayah Jakarta Barat adalah Daan Mogot, Tubagus Angke, Latumenten, dan Kalideres.

Pihak kepolisian telah melakukan patroli untuk mencegah tawuran kembali terjadi. Patroli dilaksanakan pada jam pulang sekolah.

Berita terkait tawuran pelajar di Jakarta dapat diikuti di topik "Tawuran Berdarah".

 


Editor : Ana Shofiana Syatiri