Jumat, 25 April 2014

Otomotif


Budi Darmadi: Mobil Murah Indonesia Lebih Kompetitif

Penulis: Agung Kurniawan | Jumat, 31 Desember 2010 | 08:15 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

Budi Darmadi (kiri), prototipe mobil murah Daihatsu, F-Concept dilihat Wakil Presiden, Budiyono dan Menteri Perindustrian MS Hdayat

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah Indonesia menelurkan kebijakkan mobil murah dan ramah lingkungan, mundur lagi. Pasalnya sampai di pengujung tahun ini, regulasi sebagai acuan bagi produsen otomotif di Indonesia untuk menjalankannya, belum juga dikeluar pemerintah. Malah, berdasarkan informasi yang diperoleh KOMPAS.com, regulasi baru muncul paling cepat, kuartal pertama 2011.

Sementara itu, negara tetangga, Thailand sudah menggulirkan program serupa bertajuk Eco Car sejak tahun lalu dan langsung disambut beberapa prinsipal otomotif global seperti Nissan, Mitsubishi dan Honda. Bahkan Nissan sudah menghasilkan March (Micra) dan dipasarkan akhir tahun ini ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Thailand Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan, untuk mengeluarkan sebuah kebijakkan perlu hati-hati agar intinya bisa diterima semua pelaku industri. Kebijakkan yang dikeluarkan Thailand, tambahnya, memang cepat tapi kurang tepat karena produsen diwajibkan memproduksi 100.000 unit per tahun untuk memperoleh insentif.

"Memang kelihatannya mulus (Thailand), tapi itu dipermukaan saja. Sekarang mulai muncul masalah. Batas minimum produksinya 100.000 unit, mau di jual kemana mobil sebanyak itu," ujar Budi.

Meski kebijakan pemerintah mundur, Budi tetap optimis program yang dicanangkan Indonesia jauh lebih kompetitif ketimbang Thailand. Pemerintah berupaya agar investasi di sektor otomotif tetap masuk tapi impor mobil "hijau" dari Thailand atau negara lain terjaga tetap sehat (kecil).

Sudah Siap Budi mengaku, beberapa prinsipal otomotif dunia sudah menyatakan kesiapannya menggarap mobil murah dan ramah lingkungan di Indonesia. Rencana program mobil murah, lanjutnya, sudah didengungkan sejak 2008. Persiapan juga sudah dilakukan oleh beberapa merek yang dimulai dengan kegiatan riset dan pengembangan seperti survei di lapangan.

"Beberapa merek sudah menyatakan siap (Daihatsu dan Suzuki). Mereka rata-rata butuh waktu 1 sampai 2 tahun menyiapkan fasilitas. Tergantung merek. Mudah-mudahan lancar," harapBudi.

Sedikit berandai-andai, kalau kebijakkan tersebut benar keluar tahun depan, paling cepat produk mobil murah dan ramah lingkungan baru bisa dipasarkan pada 2012.


Editor : Zulkifli BJ