Bandung, KompasOtomotif — Hidup di lingkungan penghobi modifikasi yang kerap ikut kontes membuat Kelvin, pemuda asal Bandung, akhirnya teracuni juga. Tadinya, hanya sekadar pemanis jika memermak mobil, tapi karena pengaruh dari teman-teman pergaulannya, ia pun ikut kontes adu kreatif. Alhasil, Toyota Ist-nya rela dirombak sebagai pembuktian dirinya mampu memodifikasi ala kontes.
Emas
Ide pertamanya membuat Ist menarik perhatian dengan pemakaian cat spesial yang dipilih candy tone emas. "Warna tersebut punya aura yang bisa menarik perhatian orang dan memiliki nilai seni tinggi. Sebab, prosesnya cukup sulit dan kalau salah sedikit bisa jadi norak," ungkapnya.
Pengecatan sendiri memakan waktu hampir 2 bulan, mulai dari kerok, cat dasar, memberi efek kilau ala candy tone, hingga tahap akhir (finishing). Hasilnya bisa cemerlang berkat pencampuran dan pengecatan yang dipercayakan pada Bengkel Signal Kustom.
VeilSide
Cat bagus, tetapi tampilan bodi biasa-biasa saja. Sama halnya dalam berpakaian, baju dan celana bermerek, tetapi tak diimbangi dengan sepatu dan pernak-pernik lainnya. Setelah mencari referensi di dunia maya dan konsultasi beberapa rekan, Kelvin menjatuhkan pilihan pada salah satu produksi VeilSide untuk Nissan Fairlady 350Z. Memang cukup memaksa, karena produk rumah modifikasi asal Jepang tersebut harus dikonversikan ke dimensi dan lekuk yang berbeda.
Makin sulit lagi ketika Kelvin meminta dibuatkan model jaket atau tempelan, jadi bisa bongkar pasang. Namun, keinginan tersebut hanya bisa diwujudkan pada spoiler depan, fender depan-belakang, serta side skirt dan kap beraksen lubang angin di tengah dan samping. Sedangkan untuk bemper harus dibuat kustom.
Karena fendernya agak keluar (ditambah), mau tak mau offset pelek pun dipilih yang sesuai agar bibir ban sejajar dengan fender. Pada keempat roda, ukuran peleknya tidak sama, depan 8,5 inci dan belakang 10 inci. Pelek bermotif palang enam ini pun dicat kelir emas dengan pinggiran dan tapak sisi dalam corak krom.
Sebulan
Karena modifikasi hatchback tersebut hanya bersifat pembuktian, maka interiornya hanya menerima sentuhan sederhana, sebatas pelapisan kulit pada jok dan audio. Dana yang dihabiskan Rp 150 juta dan hanya bertahan sekejap. Sebab, setelah ikut pameran dan memenangi beberapa piala, sebulan kemudian Ist kembali ke wujud semula dengan modifikasi simpel.