Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mitos atau Fakta, Sopir Bus Lebih Suka Berkendara Malam Hari

Kompas.com - 29/05/2024, 12:02 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat naik layanan bus AKAP, biasanya ada pilihan jam keberangkatan yang dibagi menjadi pagi atau malam. Opsi kedua pilihan waktu keberangkatan bus itu akan memberikan suasana yang berbeda satu sama lainnya.

Maka dari itu, bus keberangkatan pagi atau malam punya kelebihan dan kekurang masing-masing. Namun, ada yang mengatakan bahwa sopir bus lebih menyukai berkendara untuk keberangkatan malam yang daripada pagi.

Wanto, salah satu sopir bus dari PO Sinar Jaya, mengatakan, mayoritas memang sopir bus lebih menyukai berkendara pada malam hari. Namun, setiap pengemudi bus punya selera yang berbeda-beda. 

"Jujur saya sendiri lebih suka kebagian untuk membawa bus keberangkatan malam. Sebab, di mata tidak perih karena kepanasan kemudian tidak terlalu macet. Kalau pagi sampai siang itu motor ampun-ampunan, pada berani sekali dekat mobil besar seperti bus ini," katanya di pool bus Sinar Jaya Lebak Bulus, Selasa (28/5/2024). 

Baca juga: Tiga Produsen Mobil Jepang Komitmen Pertahankan Mesin Konvensional

Pengemudi bus trayek Jakarta - Cilacap itu mengatakan, saat masih ada matahari, pengendara lain dengan ukuran kecil cenderung bergerak dengan agresif.

Sehingga, membuatnya saat mengendarai bus jadi ekstrahati-hati. Sementara itu, saat malam justru lebih tenang dan sepi.

"Misal posisi bus dan motor sudah mepet, tapi motor main selonong begitu saja. Padahal, kita juga tidak sempat lihat dia ada di samping karena blind spot, mau ngerem tiba-tiba juga tidak memungkinkan karena bus ini begitu diinjak rem tidak akan langsung berhenti. Butuh waktu beberapa detik sampai berhenti sempurna," katanya. 

Baca juga: Tiga Produsen Mobil Jepang Komitmen Pertahankan Mesin Konvensional

Pengemudi bus PO Palala juga mengatakan, dirinya lebih suka mengantarkan penumpang pada malam hari. Sebab, menurutnya, saat malam itu kondisi jalan lebih bersahabat. 

"Kalau malam lebih konsentrasi, tidak panas, tidak macet, lebih tenteram. Namun, pengemudi bus yang bijak harus siap bila dapat tugas dari perusahaan untuk mengantarkan penumpang jam berapa saja. Hal itu juga tentunya harus diimbangi dengan kondisi fisik sopir juga, makanya penting manfaatkan waktu untuk istirahat," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Perjuangan Petugas Penyelamat Gempa Myanmar, Bertaruh Nyawa di Bangunan Miring dan Ambruk
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau