Simak Cara Mudah Menghemat Konsumsi BBM pada Mobil Harian

Kompas.com - 05/09/2022, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai cara dapat dilakukan pengendara untuk menyisiati konsumsi bahan bakar usai pemerintah RI resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar hingga 35 persen.

Bukan menggunakan zat aditif yang beredar secara tidak resmi dan memiliki risiko jangka panjang, melainkan melatih kebiasaan melakukan perawatan rutin dan berkendara ergonomis.

Demikian dikatakan Technical Leader Auto2000 Agus Mustafa ketika ditemui pada kesempatan terbatas di helatan 'Auto2000 Best People Contest 2022' di Jakarta, Minggu (5/9/2022).

Baca juga: Dampak Buruk Gunakan Cairan Khusus Agar Hemat BBM

- -

"Jaga pola berkendara yang baik, servis berkala rutin, perhatikan ganti oli, dan segala macam. Untuk pengguna di wilayah Jakarta, sebaiknya ganti oli jangan terpaku pada jarak tempuh dan waktu saja," katanya.

Lebih jauh, pola berkendara yang baik menurutnya ialah dengan cara menginjak pedal gas mobil secara perlahan. Bila ada kesempatan, biarkan mobil bergerak pada kondisi basic iddling.

Untuk mobil yang sudah modern atau tahun baru, lebih mudah lagi. Cukup ikuti indikator eco yang tertera pada layar MID supaya beban pada mesin tak begitu berat ketika berkendara.

"Throttle itu ada sensor pembukaan derajat throttle. Tiap injakkan throttle akan berpengaruh ke gas. Semakin dalam kita injaknya, komputer (ECU) akan kasih injeksi yang lebih banyak," ucap Agus.

Baca juga: Cek Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, Setelah Pertalite dan Solar Naik

Ilustrasi SPBU Pertamina saat permintaan meningkat.

Dok Pertamina Ilustrasi SPBU Pertamina saat permintaan meningkat.

"Sehingga kita tarik santai aja, kalau bisa ketika jalanan sedang kosong lepas saja, komputer akan otomatis memasukkannya ke basic iddling. Kira-kira, RPM (putaran mesin) berada di bawah 1.000," lanjut dia.

Di samping itu, penggunaan air conditioner (AC) juga penting karena berkaitan dengan beban kerja mesin. Jika memungkinkan, suhu yang digunakan jangan terlalu jauh dengan suhu luar ruangan terkini.

Agus menyarankan, biarkan suhu AC pada 24 derajat dengan tingkat hembusan atau blower di level satu.

"Tetapi itu balik lagi ke pribadi, sih. Yang jelas penggunaannya itu juga memiliki pengaruh (terhadap konsumsi BBM). Kalau blower AC, begitu kita tambahkan power dari satu ke dua atau tiga, itu listriknya akan bertambah," ucapnya.

"Begitu listrik nambah, komputer (ECU) akan kasih informasi ke bagian mesin agar meningkatkan supply listrik sehingga dikasih injeksi lagi. Pada kondisi ini, RPM akan naik, pengisian masuk, maka fuel-nya pengaruh," lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.